oleh

Semangat Seniman Lampung, Gelar Pameran Bertajuk ‘New Normart’

RADARLAMPUNG.CO.ID – Gempuran pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat para seniman Lampung untuk tetap berkarya. Hal ini terlihat saat mereka menggelar pameran seni rupa. Bertajuk New Normart

Terlihat dalam pameran ini, setidaknya ada 32 karya lukis yang terpajang. Yang ditampilkan oleh para pekerja seni dalam menuangkan kegelisahan, serta menggambarkan berbagai hal tentang pandemi Covid-19.

Febi Jimi salah satu panitia seni lukis pun menjelaskan, pameran tersebut dibuka untuk umum sejak tanggal 10 Oktober hingga 17 Oktober 2020 mendatang.

“Tujuan pameran ini digelar untuk sama-sama turut mengedepankan adaptasi kebiasaan baru. Atau new normal,” katanya, Jumat (16/10).

“Serta untuk mendukung pemerintah dalam menanamkan kesadaran disiplin, kepada masyarakat dalam menyikapi pandemi covid-19 melalui bahasa ekspresi visual,” kata dia.

“Ya, sesuai tema yang kita angkat yakni new normart itu plesetan kata new normal dari perspektif seniman,” lanjutnya.

Dari salah satu karya yang dipajang, Febi menjelaskan tema yang diangkat adalah mengenai isu covid 19.

Misal karya lukis berjudul Psikomatis karyanya sendiri mengangkat sebuah pesan, dimana saat ini banyak orang takut dengan virus covid 19 tanpa mengetahui seperti apa virus covid-19 tersebut.

“Banyak orang merasa dikekang aturan ditengah covid 19 tanpa mengetahui pasti dampaknya. Tapi sebenarnya tetap kita sama sama mari patuhi protokol kesehatan,” jelas Febi.

Febi mengatakan ada 30 seniman lukis yang terlibat dalam pameran tersebut. Pada hari terakhir pameran, akan dilakukan lelang karya lukisan.

Menurutnya, hasil lelang tersebut bakal dijadikan sumber penyokong kegiatan para seniman yang selama ini ikut terdampak covid 19.

Sementara itu, seniman lainnya M Anas (21) menerangkan, pameran yang tampil di Pondok Seni, Jalan Pagar Alam, Gang Lambang, Kedaton, Bandarlampung ini tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pengunjung datang wajib mencuci tangan dan mengenakan masker. Untuk jumlah pengunjung yang melihat pameran lukisan dibatasi 10-15 orang untuk sesi awal.

“Rata rata perhari bisa datang 50 orang. Sengaja kami batasi agar tidak berkerumunan,” kata Anas.

Anas menambahkan, semua aliran lukisan tampil dalam pameran tersebut. Secara teknis, lanjut Anas ada yang menggunakan sketsa manual dan cair.

“Seniman grafiti juga ada, tapi tetap menggunakan media kertas dan kanvas,” kata pria yang memakai topi tersebut. (gar/ang)

Komentar

Rekomendasi