oleh

Dirjen KSDAE Proyeksikan Peran Besar Itera dalam Konservasi Sumatera

RADARLAMPUNG.CO.ID – Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ir. Wiratno memproyeksikan peran besar Itera dalam konservasi alam di Pulau Sumatera. Hal tersebut didukung dengan berbagai keilmuan dan teknologi yang terus dikembangkan Itera sesuai dengan kebutuhan Sumatera, serta visi Itera menjadi kampus berwawasan hutan (forest campus).

“Kita adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam, akan tetapi kita tidak boleh terlena dengan kekayaan tersebut. Saya proyeksikan peran Itera sangat besar sekali dalam mendukung konservasi sumber daya alam dan ekosistem di Sumatera,” ujar Ir. Wiratno, saat memberikan materi kuliah umum secara online.

Untuk menguatkan peran Itera dalam konservasi alam di Sumatera, dan nasional, Dirjen KSDAE juga menyampaikan dalam waktu dekat dirinya akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Itera dan Ditjen KSDAE Kementerian LHK.

“Kami sedang diskusikan dengan Menteri LHK dan semoga dalam waktu dekat saya dapat datang ke kampus Itera untuk melakukan penandatanganan MoU,” imbuhnya.

Sementara Rektor Itera Prof Ofyar Z. Tamin mengatakan, Itera sebagai kampus baru, didirikan untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi sesuai kebutuhan Sumatera. Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Sumatera, sesuai tujuan Itera for Sumatera, maka Itera terus mengembangkan program studi yang dibutuhkan Sumatera.

“Dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya hayati, kami sangat mengharapkan kerja sama dan kolaborasi dengan Ditjen KSDAE. Karena di era kolaborasi saat ini, kami tidak bisa bergerak sendiri, tetapi perlu bergerak bersama,” kata Ofyar, Minggu (18/10).

Lebih jauh ia mengatakan, sebagai kampus yang memiliki visi menjadi forest campus, Itera juga telah melakukan upaya konservasi, seperti dengan membangun Kebun Raya Itera seluas 75 hektar di kawasan kampus.

“Nantinya kawasan tersebut akan dijadikan kawasan konservasi tumbuhan yang ada di Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung. Selain itu, kawasan tersebut juga akan dijadikan lokasi penelitian bagi program studi terkait,” tuturnya.

Lanjutnya, kampus Itera juga sampai saat ini telah memiliki delapan embung atau danau buatan, sebagai konservasi air, serta mengembangkan berbagai pusat studi dan inovasi yang berkaitan dengan berbagai bidang, termasuk konservasi sumber daya alam.

“Hal ini kami lakukan, karena kami memahami kelestarian alam sangat penting sebagai warisan kita untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi