oleh

Gerah, Herman H.N. Turun Tinjau Lokasi Kemunculan “Air Terjun” di Tengah Kota

RADARLAMPUNG.CO.ID – Warga Bandarlampung Senin (19/10) sore tiba-tiba dikagetkan munculnya fenomena “air terjun” di tengah kota. Di sekitar Lungsir, Gulakgalik. Warganet iseng menyebutnya “ikon wisata baru” Bandarlampung.

Belakangan diketahui curahan air itu tumpah ruah dari luapan air di sekitar masjid Al-Furqon. Akibat hujan lebat yang tak kunjung berhenti.

Kabar tersebut sampai ke telinga Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. Pagi ini (20/10) orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan langsung. Herman menyusuri drainase yang ada di sekitar lokasi tersebut.

Bahkan, Herman yang didampingi Kepala Dinas PU Bandarlampung Iwan Gunawan tak puas bila hanya mengecek drainase di sekitar lokasi itu. Ya, Herman terus berjalan hingga sekitar 700 meter menyusuri ruas Jl. Diponegoro.

Lahkah Herman yang berjalan sembari memberi instruksi kepada Kepala Dinas PU berikut jajarannya baru terhenti di sekitar traffic light Jl. Cut Mutia. Ya, di situ pula awak media baru mendapat kesempatan untuk mewancarainya.

Menurut Herman, dirinya ditopang dinas terkait telah berusaha semaksimal mungkin mengantisipasi dampak cuaca: salah satunya banjir. Hanya saja, menurutnya belakangan intensitas hujan mulai turun sangat lebat.

“Hujan lebat turun dengan seketika, jadi air banyak sekali. Kejadian ini pun terjadi di seluruh Indonesia, tidak menentu. Jadi harus siap siaga selalu. Presiden pun sudah berpesan untuk berhati-hati,” ucapnya.

Yang pasti, tegas dia, semua SDM yang ada siap diterjunkan untuk mengantisipasi atau mengatasi dampak cuaca buruk. “Tim dari Dinas PU ada 100 orang, dari Dinas Lingkungam Hidup ada sekitar 40 orang. Juga dibantu personil BPBD. Setiap hari ada yang turun untuk gali-gali. Bukan tidur,” tegas Herman.

Mulai kemarin sampai seterusnya, lanjut Herman, diprediksi hujan akan turun dengan intensitas luar biasa. “Masyarakat harus hati-hati. Juga jangan buang sampah sembarangan, seperti jangan membuang sampah di parit atau di kali. Sebab orang lain bisa ikut terdampak,” imbau Herman.

Kembali ditegaskan, pihaknya telah berupaya keras mengantisipasi kemungkinan terburuk dampak dari cuaca buruk. Tanpa berharap adanya apresiasi atau penghargaan. “Saya tidak pernah dapat (penghargaan) Adipura karena saya tidak mau berpura-pura. Urusan bayar membayar saya tidak mau,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, meski teranyar sorotan terjadinya banjir terjadi di sekitar lungsir, namun dipastikan dinas terkait tidak hanya berfokus di lokasi tersebut. “Pembenahan kita lakukan di semua tempat. Termasuk di Jl. Sultan Agung. Pokoknya semua saluran akan kita tinjau,” kata dia.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas PU Iwan Gunawan siap melakukan instruksi yang datang ke dinasnya. Juga melakukan kegiatan rutin yang sudah terjadwal sejak awal.

Menanggapi banjir yang terjadi di sekitar masjid Al-Furqon, pihaknya mengaku telah mengantisipasi kemungkinan kembali terjadinya banjir. “Kalau kemarin itu debit air sudah terlalu besar. Untuk mengatasinya, kita akan pasang pipa untuk buang air ke drainase yang ada di bawah,” ucapnya.

Pihaknya pun berjanji akan rutin melakukan pengecekan dan perawatan drainase. “Secara teknis secara rutin kita bersihkan. Tapi mohon kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lebih ditingkatkan. Di saluran drainase masih kerap ditemukan papan. Bahkan ada juga kasur. Tapi yang pasti setidaknya setiap bulan kembali kita cek,” tukasnya. (sur)

Komentar

Rekomendasi