oleh

Ini Masalah Penyaluran BPNT

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bantuan pangan non tunai (BPNT) yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) menyisakan sejumlah masalah. Mulai dari kosongnya saldo, belum maksimalnya e-warong, rusaknya mesin EDC hingga perubahan pola penyaluran bantuan.

Salah satunya disampaikan Samroni, penerima manfaat di Desa Pekondoh, Warlima. Ia mengatakan, bantuan sering datang terlambat di e-warong.

Biasanya ketika warga ingin mengambil bantuan, langsung tersedia di e-warong dan tinggal menggesek kartu keluarga sejahtera (KKS) di mesin EDC.

“Kalau penyalurannya sih, lancar. Hanya saja saat ini kita gesek dulu kartu di e-warong. Setelah itu kita menunggu beberapa hari, baru tersedia bantuan. Kalau dulu, begitu gesek kartu, langsung bisa bawa,” kata Samroni, Selasa (20/10).

Perubahan sistem penyaluran BPNT sudah berlangsung sejak empat bulan terakhir. Semua KPM dipanggil ke e-warong untuk terlebih dahulu menggesekkan kartu ke mesin EDC.

“Kadang-kadang bisa satu hingga dua minggu, bantuan baru datang atau dikirim ke e-warong tersebut,” jelasnya.

Plt. Kepala Dinas Sosial Pesawaran M. Iqbal mengatakan, diterapkannya gesek kartu terlebih dahulu di e-warong untuk menginventarisir kartu yang saldonya kosong dan memiliki saldo.

Dengan begitu pemesanan bantuan akan disesuaikan dengan jumlah KPM yang memiliki saldo di KKS.

“Jika tidak demikian, dikhawatirkan dari seluruh item bantuan, misal dari 50 KPM di PO semua. Ternyata terdapat 20 KPM saldonya kosong. Ujung-ujungnya dikembalikan lagi ke penyedia,” kata Iqbal didampingi Koordinator Daerah BPNTKusmiati

Dijelaskan, hingga September, realisasi  BPNT mencapai 44. 868 KPM dari 60.218 KPM. Data penerima sifatnya naik turun, lantaran ada yang saldonya nol atau penerima pindah, meninggal dunia dan faktor lainnya. (ozi/ais)

Komentar

Rekomendasi