oleh

Bantuan yang Diterima KPM Ayam Hidup dan Dianggap Terlalu Lama

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejumlah warga Kecamatan Jatiagung, Katibung Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan penerimaan komoditi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kerap terlambat hingga dua Pekan lebih.

Informasi yang dihimpun radarlampung.co.id, setiap bulannya, dana BPNT senilai Rp200.000,- telah cair dari Kementerian Sosial RI per tanggal 5. Namun begitu, komoditi yang diterima senilai dana bantuan baru diterima keluarga penerima manfaat (KPM) sepekan hingga 2 pekan pasca transfer dana ke kartu keluarga sejahtera (KKS) yang berfungsi ATM.

Diketahui, komposisi komoditi yang disalurkan oleh suplier yakni Ayam hidup 1Kg, Beras 10Kg, Kacang Hijau 1/4 Kg, Telur 14 butir, Buah-buahan 1/2 Kg dan Sayuran 1Kg.

“Paling cepat barang yang kami terima seminggu dari masuk dana. Tapi biasanya 2 minggu sembako bantuannya bisa kami ambil di e-waroeng. Kan dananya biasa masuk setiap tanggal 5 tapi tiap bulannya,” ujar KPM asal Kecamatan Jatiagung ini.

Senada, KPM asal Kecamatan Katibung ini, selain mengeluhkan masalah waktu penyaluran, wanita berhijab ini mempertanyakan komoditi ayam hidup yang belum layak konsumsi karena beratnya kurang lebih 1Kg atau baru berumur 2 minggu.

“Kami sering komplain minta ayam potong berupa daging sepenuhnya, tapi tidak pernah ditanggapi. Pernah juga dapat ayam hidup yang beratnya 1/5 Kg serta buah dan sayuran busuk, katanya mau diganti tapi sampai hari ini nggak pernah diganti,” imbuhnya seraya mewanti-wanti agar namanya jangan disebutkan.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Selatan (Lamsel), Dulkahar mengaku belum mengetahui adanya hal tersebut. Namun, dirinya akan menindaklanjuti adanya laporan tersebut.

“Kalau ada laporan mengenai KPM terkait bantuan, kami akan menindaklanjutinya. Kami akan minta kepada supplier untuk mengganti bahan pokok yang rusak itu,” ungkap Dulkahar, Rabu (21/10). (yud)

Komentar

Rekomendasi