oleh

Pemasaran Nila Menurun 30 Persen, Pembudidaya Diarahkan Jual Ikan Olahan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penjualan ikan Nila di Lampung Barat menurun 30 persen. Pandemi virus Corona memengaruhi permintaan dari pulau Jawa dan Sumatera Selatan.

Kabid Pemasaran dan Pengendalian Dinas Perikanan Lambar Relegius Hilman mengungkapkan, kabupaten itu merupakan salah satu daerah penghasil ikan Nila terbaik.

Pemasarannya ke Sumatera Selatan, Cirebon hingga Surabaya. Sementara sentra budidaya berada di Lumbokseminung, Sumberjaya, Kebuntebu dan Gedungsurian.

“Sejak pandemi virus Corona, penjualannya tinggal 70 persen lagi. Hal ini tentunya menjadi keluhan dari para pembudidaya ikan Nila. Sebab kebutuhan pakan harus tetap dipenuhi,” kata Relegius Hilman.

Menurut Relegius, produksi ikan sekitar 15-20 ton per hari. Potensi yang sangat besar ini terkendala pemasaran yang sulit di tengah pandemi.

Masalah itu pernah disampaikan ke Kementerian Perikanan dan Kelautan pada rapat koordinasibeberapa waktu lalu.

Sesuai arahan Kementerian, Dinas Perikanan Lambar akan fokus melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk mengolah ikan. Antara lain menjadi fillet, nugget dan lainnya. (nop/ais)

Komentar

Rekomendasi