oleh

Ssttt, Ini Masalah Penyaluran BPNT di Metro, Tapi Ada Applause-nya Juga Si…

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penyaluran  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tahun 2020 ini telah berganti nama menjadi Bantuan Pangan Sosial Sembako (BPS-Sembako) tidak luput dari berbagai permasalahan.

Seperti di Metro, pada laporan realiaasi September lalu, data Surat Perintah Pencairan Dana (SP2P) menyebut sebanyak 7.597 penerima dan yang terealisasi hanya ke 6.984 penerima.

Hal tersebut dikarenakan beberapa penyebab. Mulai dari keberadaan penerima di luar kota, KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) tidak terdistribusaikan, dan proses perhentian yang lama, misal penerima telah meninggal dan digantikan oleh keuarganya, namun proses di Kementerian tak kunjung kelar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Metro Suwandi menuturkan, secara keseluruhan proses penyaluran BPS-Sembako di Bumi Sai Wawai berlangsung baik. Dinsos dalam hal ini berperan sebagai pengawas dalam penyaluran, pembinaan E-Warung, koordinasi Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), dan pelaporan ke pusat.

Di Metro menurutnya ada 22 E-warung, dengan jumlah penerima 7.597 yang meningkat sekitar 1.000 penerima dari tahun sebelumnya. “Setiap bulan, penerima menerima bahan pangan senilai Rp200 ribu, yang telah diorder melalui E-warung,” ucapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (20/10).

E-warung yang diambil dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) atau penerima manfaat berperan sebagai penyedia komoditi. “Kalau supplier bermacam-macam. Karena itu pasar bebas dari mana saja. Karena yang menentukannya dan memilih itu kebijakan E-Warung,” ujarnya.

Barang yang diberikan ke penerima menurut Suwandi harus memiliki empat komponen, yaitu memenuhi sumber karbohidrat, protein hewani, nabati, dan mineral. “Barangnya berupa beras, telur, daging/ikan, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Sehingga penerima bisa memilih,” terangnya.

Selaku pengawas pihaknya membuat tim bersama Kepolisian selaku Satgas program sembako 2020 dan pendamping. “Kita monitor terus. Ketika ada aduan dari penerima,  komplen dan perbaikan, E-Warung segera menggantikan,” tuturnya.

Pihaknya pun dapat memberikan sanksi berupa penggantian E-warung jika ditemukaan masalah pada warung elektronik tersebut. “Kita beri peringatan mulai dari lisan hingga tertulis dari SP1 sampai SP3. Kalau sampai SP3 bisa diganti. Namun sejauh ini baru sebatas SP1,” ujarnya.

Selain permasalahan di atas, menurut Suwandi tidak ada permasalahan yang besar selama penyaluran BPS-Sembako. “Paling hanya keluhan kualitas barang yang sedikit buruk. Namun segera diganti oleh E-warung,” ujarnya.

Suwandi mengukapkan di Metro ada 10.843 orang masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terbagi ke dalam kategori mulai dari teratas masyarakat rawan miskin, miskin, dan terbawah masyarakat sangat miskin.

“Untuk masyarakat sangat miskin ada sekitar 4.102 orang. Yang masuk kategori sangat miskin ini orang yang mendapat PKH. Sedangkan masyarakat kategori miskin mendapat BPNT. Jadi orang penerima PKH pasti menerima BPNT. Tapi penerima BPNT belum tentu menerima PKH,” jelasnya.

Ia mengklaim, penyaluran BPNT atau BPS-Sembako di Metro dapat dikatakan terbaik, bahkan se-Indonesia. Itu lantaran sampai saat ini dari 22 E-warung, 14 di antaranya telah menggunakan E-Kasir, sehingga membuat Menteri Sosial ingin berkunjung ke Metro.

“Itu mau dijadikan percontohan, Dirjen sudah datang. Menurutnya di Indonesia baru Metro yang telah menerapkan E-Kasir, serta saat ini KUBE telah membentuk bangunan fisik berupa warung untuk menambah penghasilan,” ungkapnya.

Terpisah, Ruminah (54), warga Kelurahan Imapuro mengaku telah merima BPNT sekitar empat kali dengan nilai barang Rp200 ribu. “Tiap ganti bulan dapat nilainya sesuai. Seperti beras 10 kilogram, ayam 1 kilogram, buah mangga 1 kilogram, telur 1 kilo, serta kacang tanah atau kacang hijau,” ucapnya.

“Alhamdulillah barang yang didapat selalu bagus, mungkin E-warung nya juga bagus di sini. Kayaknya kalau di Metro bagus-bagus,” ungkapnya.

Pencairannya sendiri, lanjut dia, dilakukan setiap dua hari sebelum pencairan dirinya melakukan penggesekan KKS di E-warung. “Baru setelah hari pengambilan kami mengambil barang dan kondisinya masih fresh,” ungkapnya. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi