oleh

HK Gelar Operasi Mengantuk di Jalan Tol Ruas Bakter

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pengelola jalan tol trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) melaksanakan operasi ngantuk di KM 20 jalur Bini untuk menekan angka kecelakaan diruasnya. Operasi ini digelar di KM 20, Lampung Selatan.

Menurut Kordinator Lalulintas Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar  Usman Edi, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kecelakaan dengan operasi ngantuk atau microsleep. “Jadi pengendara wajib lakukan istirahat di rest area agar tidak ada kecelakaan di jalan tol,” jelas Edi.

Dia melanjutkan, operasi mengantuk ini dilakukan karena tol trans sumatera dari Bakauheni sampai Kayu Agung ini memiliki panjang 329 Kilometer, ini yang menyebabkan pengemudi merasa lelah dan mengantuk saat berkendara di jalan tol. Dengan panjang tol tran sumatera ini, pengendara sering mengalami microsleep dimana para pengendara tidak merasa ngantuk tersebut, dan mengakibatkan pengendara sering kecelakaan di jalan tol.

“Pengendara harus lebih ekstra hati-hati dalam berkendara, karena dengan ruas yang panjang ini yang sering mengakibatkan kecelakaan ini. Berhentilah saat mengantuk dan lelah. Serta jangan di paksakan untuk tetap melajutkan perjalanan,” katanya

Saat oprasi mengantuk atau microsleep ini juga, PT Hutama Karya (Persero) Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar memberikan kopi dan snack gratis kepada pengendara. “Kopi gratis ini untuk menghikangkan ngantuk bekendara, dan mengajak pengendara bijak menggunakan jalan tol, jangan pernah memaksakan saat lelah dan ngantuk, karena batas maksimal saat berkendaraa di jalan tol hanya 3 jam,” jelasnya

AIPDA Jodi Prasetio Panit Ranting 1 unit 2 Satuan PJR Polda Lampung mengatakan, dengan asanya operasi simpati atau operasi mengantuk ini pengguna jalan tol bisa beristrihat di rest area yang ada untuk menghindari kecelakaan.

“Ini sangat baik dan bagus, karena bisa menghimbau kepada pengendara untuk bisa lebih hati-hati saat berkendara di jalan tol, apalagi dalam kondisi ngantuk, lebih baik cari tempat untuk melakukan istirahat,” katanya

Jodi mengharapkan, dengan dilakukan operasi ngantuk secara intens dan reguler dapat mengurangi angka kecelakaan dan bisa membuat sadar para pengendara, bahwa dengan memaksa berkendara dalam kondisi ngantuk itu berbahaya untuk diri sendiri maupun penunpang, karena dapat mengakibatkan kecelakaan,”jelasnya. (rma/rls/wdi)

Komentar

Rekomendasi