oleh

Mencegah Penyebaran Covid-19 : KUB Mulya Mandiri Didampingi Tim Dosen Unila Mengadakan Pembuatan Handsoap Antiseptik

Oleh : Dr. Eng. Heri Satria,S.Si.,M.Si.,

Nurhasanah,S.Si.,M.Si.
Dr. Jamiatul Akmal,ST.,MT.
Dr. Agung Abadi Kiswandono,M.Si.

 

RADARLAMPUNG.CO.ID-Salah satu upaya menjaga kebersihan secara personal adalah mencuci tangan memakai sabun, Gerakan mencuci tangan pakai sabun ini juga disampaikan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung pada hari Sabtu-ahad tanggal 01-02 Agustus 2020. Kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan sosialisasi dan praktik pembuatan handsoap antiseptik berbasis isopropil butanol. Kegiatan dengan tajuk “PKM Pendampingan dan Pembuatan Handsoap Antiseptik Sebagai Sarana Pencegahan Penularan Virus Corona Pada KUB Mulya Mandiri Desa Fajar Baru, Jati Agung Lampung Selatan” yang menghadirkan narasumber Agung Abadi Kiswandono dosen jurusan Kimia Universitas Lampung ini diikuti oleh kelompok mitra, yaitu anggota KUB Mulya Mandiri Desa Fajar Baru.

Pada pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat, Dosen Universitas Lampung, Heri Satria sebagai Ketua Tim dan anggotanya, Nurhasanah dan Jamiatul Akmal melakukan Pelatihan pembuatan handsoap di Balai Pertemuan KUB (Kelompok Usaha Bersama) Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Program ini tentunya juga sejalan dengan program pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Corona virus Disease (Covid) 19 dan memutus mata rantai penyebarannya, yaitu membiasakan diri dalam mencuci tangan memakai sabun.

Heri Satria, mengatakan bahwa tidak perlu takut secara berlebihan dengan virus corona, karena menurut data sebanyak 94 persen pasien positif corona dapat disembuhkan.

“Jadi, sebetulnya musuh terbesar kita saat ini bukan virus itu sendiri, tapi rasa cemas, panik, takut, Karena itu, pemerintah sebagai otoritas tertinggi harus selalu mensosialisasikan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dengan bantuan berbagai protokol penanganan Covid-19 sambil menjamin kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat yang harus terpenuhi”, ujarnya.

Nurhasanah dan Jamiatul Akmal sebagai anggota tim dalam kegiatan pelatihan ini juga mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi harus tetap berjalan, selain tetap berada pada jalur protokol kesehatan. Masyarakat perlu dibekali pemahaman dan edukasi berkaitan dengan pengetahuan dan tatacara dalam menghadapi kehidupan di era new normal. Salah satu kegiatan yang dapat membekali masyarakat tersebut adalah pelatihan pembuatan handsoap antiseptik.

Tujuan daripada kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam hal pembuatan handsoap antiseptik berbasis isopropil butanol. Selain itu juga, diperkenalkan antiseptik alami, yaitu dengan memanfaatkan tanaman lokal daun sirih. Oleh karena itu, pembuatan handsoap ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, mengingat bahwa harga handsoap sudah amat mahal. Selain itu, bahwa daun sirih di Desa Fajar Baru sangatlah mudah didapatkan, sehingga produk ini bisa dengan mudah disediakan oleh masyarakat. Kedua produk ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat pada era pandemi ini. Selain dapat menjaga diri, keluarga dan masyarakat terhadap penyebaran Covid 19, juga dengan pengetahuan ini, secara sederhana masyarakat bisa membuat untuk skala rumah tangga.

Pembuatan sabun cuci tangan atau handsoap yang dilaksanakan selama dua hari ini dihadiri selain oleh ibu-ibu anggota KUB sebagai mita, juga sempat dibersamai oleh ketua RT, yang meninjau lokasi pelatihan dan melihat serta menyaksikan produk-produk yang dihasilkan oleh peserta pelatihan. Harapannya, setelah adanya pelatihan ini, kedepannya anggota KUB Mulya Mandiri Desa Fajar Baru dalam lingkup yang lebih luas akan mampu mempraktikan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna melawan virus Covid-19 dan juga memutus matarantai penyebarannya. (**)

 

Tim Dosen Universitas Lampung

Komentar

Rekomendasi