oleh

Satu Ton Tanah di Ngambur, Miliki Kandungan Emas 5-6 Gram

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Pemkab Pesisir Barat menggelar focus group discussion (FGD) penambangan emas, Kamis (22/10).

Kegiatan yang berlangsung di aula Sartia Guest House Kecamatan Pesisir Tengah tersebut dibuka Pjs. Bupati Achmad Chrisna Putra.

Hadir Kepala Tim Kajian Geologi Universitas Lampung (Unila) Ir. Bagus Sapto Mulyatno, S.Si., M.T.; Ketua Tim Feasibility Study Ir. Syamsurijal Rasimeng, S.Si., M.Si.; Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Pesbar Ariswandi, S.Sos., M.P., perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok masyarakat usaha tambang emas serta pihak terkait lainnya.

Achmad Chrisna Putra mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menggali potensi sumber daya alam. Terutama di bidang pertambangan dan upaya penetapan wilayah pertambangan rakyat di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur.

Terkait hal ini, Pemkab Pesbar bekerjasama dengan Unila untuk melakukan studi kelayakan penambahan emas.

“Pelaksanaan feasibility study ini berlangsung selama 60 hari kalender yang dilakukan oleh ahli geofisika dari Fakultas Teknik Unila,” kata Achmad Chrisna.

Sementara Bagus Sapto Mulyanto mengatakan, dari hasil kajian, potensi emas di Pekon Sukabanjar tidak jauh berbeda dengan di wilayah Wonosobo, Tanggamus.

Ini dimungkinkan karena jarak yang tidak terlalu jauh. Untuk wilayah Wonosobo, satu ton tanah dapat menghasilkan kandungan emas sebanyak 15 gram.

“Untuk Sukabanjar, dari hasil kajian, dalam satu ton tanah menghasilkan kandungan emas 5-6 gram. (yan/cyi/ais)

 

 

 

Komentar

Rekomendasi