oleh

Rumah Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

RADARLAMPUNG.CO.ID – Satu unit rumah semi permanen ukuran 20×30 meter persegi, yang terletak di Komplek Fayakun, Jalan Gatot Subroto, No. 76, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Telukbetung Selatan (TbS), Bandarlampung, terbakar.

Rumah yang dijadikan tempat Sekolah Khusus Anak Autis bernama Yamet Child Development Center itu terbakar sekitar pukul 18.30 WIB.

Desi Ariani salah satu pemilik menjelaskan, dirinya baru mengetahui peristiwa kebakaran itu setelah diberitahu kerabatnya. “Pas keluar tadi api juga sudah tinggi,” katanya, kepada radarlampung.co.id, Jumat (23/10).

Menurutnya, untuk sementara indikasi kebakaran ini berdasarkan dari konsleting listrik. “Karena pas mau evakuasi barang-barang, dan membuka gerbang tadi salah satu karyawan agak kesetrum sedikit,” jelasnya.

Akibat dari kebakaran ini, semua alat-alat sekolah seperti komputer pun hangus terbakar. “Sebenarnya ada yang jaga (karyawan) tapi pukul 17.30 WIB sudah pada pulang. Listrik juga pun sudah padam. Memang listrik di sini sering konslet,” ucapnya.

“Dan pukul 18.30 WIB baru kejadian. Di dalam ini ada 11 ruangan. Padam sekitar pukul 20.00 WIB,” lanjutnya.

Ditanya mengenai kerugian yang ditaksir akibat peristiwa ini, dirinya memperkirakan sekitar Rp300 juta. “Di dalam ada alat-alat terapi anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek TbS Kompol Hari Budiyanto mengatakan, untuk sementara dari hasil pemeriksaan pihaknya penyebab kebakaran diduga konsleting listrik.

“Lebih jelas lagi nanti ditambahkan pihak forensik. Tidak ada korban jiwa. Hanya kebakaran kumpulan materil saja,” jelasnya.

Ditanya berapa kerugian yang dialami korban, dirinya belum bisa menjelaskannya. “Masih belum bisa kita kalkulasikan. Tetapi dari keterangan korban kebanyakan alat terapi. Agak sedikit mahal. Kami juga belum tahu,” katanya.

Terpisah, Danton Mako Tendean BPBD Bandarlampung Azis Hermanto menjelaskan, dalam melakukan pemadaman kebakaran ini, pihaknya mengerahkan 9 unit mobil.

“Ada 30 personel yang kita turunkan,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi