oleh

Q-TIRAN TUBABA, Wadah Pelestarian Seni dan Budaya

RADARLAMPUNG.CO.ID-Seni memelihara burung perkutut lokal merupakan bagian dari budaya masyarakat sejak zaman dahulu.

Sebagian orang menilai burung perkutut memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan jenis burung lainnya, mulai dari gerak, suara, dan bentuk dan ciri fisik yang melekat di tubuh burung perkutut Lokal.

Bahkan tak jarang yang percaya Burung Perkutut Lokal dapat mempengaruhi ketentraman jiwa pemeliharanya.

Di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Burung Perkutut juga dikenal dengan sebutan Kitiran di kalangan masyarakat. Penghobinya pun kini semakin bertambah. Bahkan, sejumlah pecinta Burung Perkutut Lokal di Tubaba sudah membentuk sebuah komunitas yang mereka namakan Q-TIRAN TUBABA. Hampir semua tingkatan usia ada didalamnya, mulai dari remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Pemula dan para kawakan Burung Perkutut Lokal berbaur menjadi satu dalam Q-TIRAN TUBABA.

Komunitas ini juga terdiri dari berbagai latar belakang. Ada dari kalangan petani, pedagang, pengusaha, karyawan swasta, hingga para pejabat pemerintahan pun juga ikut bergabung. Kata mereka, untuk yang namanya hobi tidak ada batasan baik itu usia maupun latar belakang mereka sehari-hari.

Yang ada, melalui satu hobi yang mereka tekuni itu justru menyambung silaturahmi sesama pecinta Burung Perkutut Lokal.

Selain hobi, komunitas ini tentu memiliki visi dan misi, yakni ikut dalam upaya melestarikan lingkungan hidup melalui pelestarian Burung Perkutut Lokal sebagai kearifan budaya yang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya asli bangsa Indonesia. Disamping itu, Q-TIRAN TUBABA menjadi wadah bagi mereka untuk saling berbagi pengetahuan dan pengetahuan tentang Burung Perkutut Lokal.

“Yang jelas, kita ingin menanamkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya yang salah satunya adalah seni memelihara dan seni suara Burung Perkutut. Banyak cerita menarik memelihara Kitiran ini, dan yang pasti jalinan silaturahmi terjalin semakin baik,”ungkap Ajo Hadi, Ketua Q-TIRAN TUBABA di sela-sela kegiatan “Ngerek Bareng Q-TIRAN TUBABA” di Kawasan Kota Budaya Ulluan Nughik-Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Minggu (25/10).

Dia beserta segenap anggota Q-TIRAN TUBABA sangat membuka diri bagi para pecinta Burung Perkutut Lokal yang ingin bergabung di komunitas tersebut. Mewakili rekan-rekannya, Ajo Hadi juga mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP yang ikut mendukung keberadaan Q-TIRAN TUBABA.

“Saya berharap, saudara-saudara saya di Q-TIRAN TUBABA tidak bosan dalam mendalami hobinya ini. Kami juga sangat mengapresiasi pak bupati kita juga sangat mendukung, bahkan beberapa kali termasuk hari ini beliau hadir langsung menyaksikan kegiatan rutin kami, Ngerek Bareng yang rutin kali laksanakan setiap akhir pekan. Mudah-mudahan kedepan kita bisa menggelar event-event besar lainnya,”harapnya.

Ahmad (28), salah satu pecinta Burung Perkutut Lokal mengatakan dirinya memilih burung pemilik anggungan (suara) khas tersebut sebagai peliharaan berawal dari suaranya yang merdu dan ketika mendengar anggungannya membuat nyaman dan tenang.”Itu yang membuat saya jatuh cinta dan dan memutuskan untuk memelihara Burung Perkutut Lokal. Sudah berjalan tiga bulan ini mas saya memeliharanya, ya bisa dikatakan masih pemula,”singkat warga Kecamatan Tumijajar ini.

Hal senada juga dikatakan Mas Yanto (45), warga Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Menurutnya, dia dan rekan-rekan lainnya memang rutin berkumpul (Ngerek Bareng) untuk menikmati suara merdu perkutut.

“Hobi kesampaian, dan yang utama adalah silaturahmi semakin erat. Makanya kami sangat menyambut baik adanya komunitas Q-TIRAN TUBABA, sehingga bisa kenal dengan sesama pecinta Burung Perkutut Lokal,”tandasnya. (fei/rnn/wdi)

Komentar

Rekomendasi