oleh

Kekurangan Petugas, Satgas Prioritaskan Perketat Kendaraan Luar Daerah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Walikota Bandarlampung Herman HN sempat meninjau kembali pelaksanaan pengetatan dengan rapid tes massal yang diadakan di dua titik pintu masuk Kota Bandarlampung. Diakuinya, lantaran kekurangan tenaga medis, mengakibatkan antrean rapid tes di lokasi tersebut.

Melihat kondisi itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung itu akan menambah jumlah tenaga medis sebanyak 10 orang yang akan ditempatkan di dua lokasi.

“Memang ada sedikit kekurangan. Kita minta dinas kesehatan tambah lagi. Inikan lama karena ada tulis menulis. Cukup menjulurkan tangan saja dari mobil. (Seharusnya) tidak ada tulis menulis. Dia reaktif, kita suruh pulang. Kalau negatif, jalan,” kata Herman HN, Senin (26/10).

Menurutnya, apabila memang jumlah 5.000 alat rapit tes itu kurang, maka pihaknya siap melakukan penambahan hingga 10.000 unit. Hal itu, tidak menjadi kendala, hanya saja pihaknya kekurangan tenaga kesehatan yang bertugas rapid tes.

Sementara, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung Ahmad Nurizki Erwandi mengatakan, sejauh ini jumlah satgas yang diterjunkan sebanyak 34 orang yang dibagi menjadi dua sift, pagi dan malam: 08.00-20.00 WIB dan 20.00-08.00 WIB.

“Jadi tiap sift sebanyak 17 orang. Itu yang satgas, yang merupakan gabungan kodim, polri, marinir, Pol PP, dan BPBD. Sedangkan yang dari tenaga medis, ada sebanyak 36 orang, dibagi 5-6 sift, atau berganti tiap 4 jam sekali,” kata Kepala Diskomimfo Kota Bandarlampung itu kepada Radar Lampung.

Dia menyebutkan, pelaksanaan rapid tes, memang pihaknya melakukan pendataan, dengan meminta menunjukan KTP masing-masing. Pihaknya juga menyediakan Blanko yang diperuntukan bagi warga Bandarlampung yang diketahui bertugas di luar kota dan pulang pergi tiap hari.

“Maka, blanko itu nanitu nantinya sebagai dasar kalau dia telah melakukan rapid tes. Kalu dia bukan warga Bandarlampung dan dinyatakan reaktif, dengan hormat kita putar balikan. Bagi dia orang Kota Bandarlampung akan kita lakukan tracing dengan diinformasikan ke puskesmas atau satgas kecamatan setempat,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung, hingga siang tadi, pengunjung yang dirapid tes di lokasi Posko Polsek Sukarame sebanyak 129 orang, semuanya non reaktif.

Kemudian, di Posko Raden Intan Rajabasa sebanyak 79 orang, dua orang diketahui reaktif. Satu orang berasal dari luar kota, dengan terpaksa ditolak memasuki Kota Bandarlampung dan satunya lagi warga Bandarlampung, selanjutnya dilakukan penanganan lebih lanjut berupa tracing dan dilakukan sweb. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi