oleh

Fakultas Pertanian Gelar Seminar Nasional Mikoriza 2020

RADARLAMPUNG.CO.ID – Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) bekerjasama dengan Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI-RI) menggelar Webinar Nasional Mikoriza 2020 di Unila. Kegiatan rutin dua tahunan ini disponsori PT Myco Agro Lestari sebagai sponsor utama dan Aplikator Indonesia (AI) sebagai sponsor pendamping.

Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI-RI) merupakan sebuah organisani yang memayungi seluruh peneliti dan praktisi yang bergerak di bidang mikoriza di Indonesia. AMI-RI berdiri sejak tahun 1996, dan telah memiliki akte notaris. Para pengurus dan anggota AMI-RI berasal dari seluruh Indonesia, dan berjumlah sekitar 300 orang, saat ini yang menjadi Ketua AMI-RI adalah Dr. Abimanyu Dipo Nusantara dari Universitas Bengkulu.

Seminar nasional merupakan sebuah kegiatan yang diharapkan akan mampu mendorong lebih banyak para peneliti dan praktisi mikoriza untuk bergabung dalam organisasi ini. Selain itu, AMI-RI juga melakukan pelatihan dan menerima konsultasi bagi pemanfaatan mikoriza di Indonesia.

Dekan Fakultas Pertanian Unila Prof. Dr. Irwan Sukri Banuwa menyampaikan bahwa peranan mikoriza sangat penting dalam upaya peningkatan produksi pertanian dan kehutanan, sehingga perlu terus didorong pemanfataanya secara luas di masyarakat. Ia berharap kegiatan yang merupakan ajang pertukaran informasi hasil penelitian dan pertemuan ilmiah tersebut dapat terus dilanjutkan di tahun yang akan datang.

Ketua panitia Dr. Melya Riniarti mengatakan, kegiatan tersebut telah dua kali dihelat oleh Fakultas Pertanian Unila, yang sebelumnya dilakukan pada tahun 2011.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai seratus orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Barat, Bengkulu, Papua, Kendari, Pontianak, dan provinsi Lainnya. Melya menuturkan, pada seminar tersebut juga disajikan empat puluh makalah hasil penelitian dari peneliti dan pakar mikoriza di Indonesia, yang meliputi berbagai tema, di antaranya biologi dan ekofisiologi mikoriza, mikoriza sebagai biofertilizer dan biopestisida, dan lainnya.

Makalah-makalah pendukung yang telah dipaparkan dalam seminar itu akan diterbitkan dalam prosiding guna menyebarluaskan ilmu pengetahuan ini ke berbagai kalangan.

“Tentunya kami berharap, kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan pertanian dan kehutanan Indonesia, melalui pemanfaatan organisme menguntungkan, menuju pembangunan yang ramah lingkungan dan lestari. Serta memberikan peningkatan kesejahteraan bagi para petani dan pelaku bisnis pertanian dan kehutanan,” katanya lagi.

Untuk diketahui, pasa Semnas kali ini, terdapat dua narasumber yang memberikan materi terkait status penelitian dan pemanfaatan mikoriza terkini baik di Indonesia maupun di dunia. Di mana, mikoriza sebagai pupuk hayati telah berkembang kearah komersialisasi. Kedua narasumber tersebut yaitu Anne Nurbaity, Ph.D., dan Ir. Henny Hendarjanti.

Anne menjelaskan tentang pengembangan mikoriza sebagai agensia hayati potensial untuk pertanian. Sedangkan Henny menyampaikan tentang potensi fungi mikoriza arbuskular (FMA) sebagai agen biokontrol alam mengendalikan busuk pangkal batang kelapa sawit yang disebabkan oleh ganoderma. (rls/rur/sur)

Komentar

Rekomendasi