oleh

Program Studi Produksi Tanaman Pangan Polinela Bersama LSP Agribisnis Ambissi Selenggarakan Uji Kompetensi Pertanian Organik Bersertifikat BNSP

RADARLAMPUNG.CO.ID – Program Studi Produksi Tanaman Pangan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengadakan kegiatan uji kompetensi pertanian organik berkerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Agribisnis Ambissi Bogor.

Hal tersebut dilakukan karena lulusan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya cukup memiliki ijazah dan transkrip nilai, namun harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) agar dapat diterima dan bersaing di dunia industri dan kerja.

Kegiatan uji kompetensi ini merupakan salah satu kelanjutan dari kegiatan kerjasama antara Polinela dengan LSP Agribisnis Ambissi. Kegiatan uji kompetensi pertanian organik terdiri atas tiga skema uji kompetensi, yakni pelaksana budidaya organik, pelaksana proses pupuk organik, dan pelaksana proses pestisida nabati.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing skema memiliki penanggung jawab atau koordinator, yaitu Destieka Ahyuni, S.P., M.Si., selaku koordinator skema pelaksana budidaya organik, dan Lina Budiarti, S.P., M.Si., selaku koordinator skema pelaksana pupuk organik dan skema pelaksana pestisida nabati.

Kegiatan uji kompetensi tersebut diikuti 80 peserta yang terdiri dari Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), dosen, mahasiswa, dan alumni Program Studi Produksi Tanaman Pangan dengan asesor penguji sebanyak dua orang. Kegiatan uji kompetensi dilaksanakan pada 23-26 Oktober, dengan 20 orang peserta uji kompetensi setiap harinya.

Kegiatan uji kompetensi tersebut dilaksanakan di Teaching Farm Program Studi Produksi Tanaman Pangan Polinela Organic Farm (POF).

Lokasi Uji Kompetensi Polinela Organic Farm, Politeknik Negeri Lampung, Bandarlampung. FOTO IST.

Ketua pelaksana kegiatan, Hidayat Saputra, S.P., M.Si., mengatakan, kegiatan uji kompetensi berlangsung dengan lancar. Dari jumlah peserta yang mengikuti, sebanyak 75 peserta yang lulus tiga skema uji kompetensi tersebut.

“Tapi ada satu peserta kompeten dalam satu skema uji kompetensi, dan lima orang peserta yang belum berkompeten,” katanya, Selasa (27/10).

Sementara, ketua prodi produksi tanaman pangan (PTP), Dr. Dulbari, S.P., M.Si., menuturkan, uji kompetensi diperlukan untuk mengukur sejauh mana tingkat kompetensi dosen, PLP, dan mahasiswa dalam menguasai pertanian organik khsusnya dalam skema pelaksana budidaya organik, pembuatan pupuk organik, dan pembuatan pestisida nabati.

Ketua Teaching Farm Polinela Organic Farm, Ir. Yuriansyah, M.Si., menambahkan, Polinela Organic Farm telah siap dari segi sarana dan prasarana sebagai tempat uji kompetensi (TUK) mandiri dalam skema pertanian organik.

Ia menambahkan, prodi PTP juga mengucapkan terimakasih kepada Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Ir. Sarono, M.Si., beserta jajarannya, Ketua Jurusan Budidaya Tanaman Pangan Ir. Hery Sutrisno, M.P., Ketua Unit Kerjasama Polinela Ir. Zainal Mutaqin, M.Si., dan semua pihak yang telah membantu dan mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, sertifikasi kompetensi merupakan sebuah pengakuan terhadap mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi yang mempunyai keterampilan dan kemampuan yang mumpuni sesuai dengan standar kerja yang sudah ditetapkan.

Di era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), sertifikasi kompetensi menjadi salah satu hal yang menunjang untuk tetap bertahan dalam pekerjaan. Selain itu dengan adanya sertifikasi kompetensi, para lulusan akan lebih fokus dalam bekerja dan juga diakui oleh negara, dunia kerja, dan industri atas keahlian yang dimiliki. (rls/sur)

Komentar

Rekomendasi