oleh

DMS Tour dan Travel Tunggu Keputusan Pemkot Bandarlampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menanggapi terkait belum jadinya jamaah program umrah gratis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Manager PT Daanish Mika Salsa (DMS) Tour dan Travel Ibnu Furqon menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada pihak pemerintah.

Menurutnya, apapun keputusannya, pihaknya akan melaksanakan perintah itu. Disebutkannya, pada Februari 2020 telah menghimpun data-data calon jamaah yang sampai saat ini dari 750 calon jamaah itu telah melengkapi datanya hingga lebih dari 90 persen.

“Secara administrasi sudah kita olah semua, seperti pengurusan paspor, pembuatan visa, dan lain-lain. Akan tetapi, terkendala karena pandemi Covid-19 ini, sehingga ditutupnya umrah selama hampir 9 bulan,” katanya kepada Radar Lampung.

Meskipun belakangan telah dibukanya kembali bagi umrah yang berasal dari Indonesia. Namun, persiapan yang begitu ketat terkait protokol kesehatan, sehingga banyak hal yang harus direvisi. “Keberangkatan dimasa pandemi Covid-19 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jadi banyak yang harus direvisi,” ujarnya.

Adapun protokol kesehatan yang harus dipatuhi seperti: harus adanya karantina selama tiga hari sebelum keberangkatan, VCR Sweb, masuk masjidil haram hanya 3 jam, dan dibatasi jamaahnya. Itu menjadi pertimbangan kita.

Perlu diketahui, jamaah Indonesia dalam sehari hanya dibatasi hanya sekitar 700-800 jamaah saja. Jadi, jika diambil 700 berarti hanya habis untuk jamaah Bandarlampung saja, sedangkan calon jamaah umrah Indonesia pasti sangat banyak. “Selain itu, jamaah yang ingin masuk ke masjidil haram harus teregistrasi, sekarang lebih ketat sekali,” jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga belum memegang surat keputusan Pemkot terkait siapa saja calon jamaah umrah yang akan diberangkatkan, sehingga pihaknya belum bisa mengkalkulasi berapa biaya yang harus dikeluarkan.

Sebelumnya, sebanyak 750 jalon jamaah umrah yang merupakan program umrah gratis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung yang dianggarkan tahun 2020 ini belum jadi diberangkatkan, meskipun dikabarkan mulai 1 November telah dibuka kembali penerbangan umrah bagi masyarakat Indonesia oleh Pemerintah Arab Saudi.

Kepastian belum jadi diberangkatkannya jamaah umrah itu diungkapkan Walikota Bandarlampung Herman HN. Menurutnya hal itu didasari masih melejitnya angka kasus covid-19 di Kota Tapis Berseri. “Tahun depan kemungkinan,” ringkasnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi