oleh

Orang Tua Disarankan Bangun Perpustakaan Agar Anak Cinta Buku

RADARLAMPUNG.CO.ID – Orang tua bisa membuat perpustakaan kecil di pojok kamar buah hatinya yang berusia PAUD. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengenalkan buku kepada anak sejak bayi.

Ketua Himpaudi Provinsi Lampung Citra Persada mengatakan, orang tua bisa membuat perpustakaan kecil di pojok kamar. Buku-buku yang sesuai dengan usianya disusun di perpus kecil buatan tersebut.

“Meskipun anak belum bisa membaca, tapi jika dilakukan secara berulang-ulang nanti akan hafal buku tersebut ada di mana. Jadi itu sangat mungkin untuk dilakukan dengan tujuan mengenalkan dan membuat anak cinta dengan buku,” katanya, Jumat (6/11).

Selain itu juga, dengan adanya perpustakaan kecil di kamarnya, ataupun pojok buku di dalam kelas, akan mendekatkan buku yang diinginkan dengan anak tersebut.

“Karena kita tidak tahu anak-anak ini kapan ingin membaca, atau melihat buku. Untuk itu barang itu harus ada di dekat dia, jangan mau cari buku harus ke perpustakaan dulu. Jadi dibuat tempat yang mudah diakses,” ucapnya.

Dikatakannya, dari kecil bayi sudah bisa melihat gambar, sejak itu sudah mulai diajarkan dengan buku yang isinya gambar warna warni yang diberikan secara berulang-ulang.

“Kemudian, tahap berikutnya buku yang ada hurufnya A I U E O. Lalu, gambar yang ada tulisannya, dan kita bacakan secara berulang-ulang. Meskipun dia belum bisa membaca, tapi dia ingat apa yang kita bacakan karena berulang-ulang. Jadi itu di awal anak mengenal literasi seperti itu,” ujarnya.

Kemudian, menurutnya, dari mulai buku bergambar, gambar dengan kata yang sedikit, lalu kata-kata yang terus dibacakan berulang-ulang, dan melalui dongeng yang dibacakan berulang-ulang juga akan secara otomatis membuat anak akan mampu membaca sendiri.

“Dongeng yang dibacakan misalkan saat mau tidur, itu waktu yang sangat tepat karena anak dalam keadaan rileks. Lalu, pagi setelah mandi, di sekolah juga bisa dibacakan oleh gurunya,” imbuhnya.

Namun, untuk anak PAUD yang saat ini sedang belajar di rumah, sebaiknya ibu bapaknya yang secara bergantian melakukan aktivitas tersebut.

“Jadi yang kita sarankan, saat ini adalah kesempatan bapak ibunya untuk melakukan hal itu bersama-sama,” tukasnya.

Untuk diketahui, Mendikbud meminta guru Paud jangan mengajar calistung kepada anak. Namun buatlah anak jatuh cinta kepada buku dan sekolah dengan cara belajar yang menyenangkan. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi