oleh

Pesisir Lampung Harus Jadi Lokomotif Pembangunan Ekonomi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Wilayah pesisir Provinsi Lampung harus menjadi salah satu lokomotif pembangunan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan dalam Seminar Nasional Pembangunan Wilayah Pesisir Berkelanjutan 2020 yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Puslit Sumber Daya Pesisir, Kelautan, dan Perikanan Universitas Lampung (Unila) secara online dan offline.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unila Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DE. A., menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang telah diakui dunia secara internasional melalui (UNCLOS 1982) dan pengakuan tersebut telah dirumuskan menjadi Undang-undang No. 17 Tahun 1985. Di mana menyatakan, total luas wilayah laut Indonesia sebesar 5,9 juta km2, terdiri atas 3,2 juta km2 Perairan Teritorial dan 2,7 km2 Perairan Zona Ekonomi Eksklusif.

Luas tersebut belum termasuk landas kontinen. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Akan tetapi, lanjutnya, pada saat ini pembangunan di wilayah pesisir belum sesuai harapan, sehingga wilayah pesisir masih menjadi bagian wilayah tertinggal.

“Kondisi tersebut disebabkan belum adanya pembangunan yang merata sehingga menyebabkan kemajuan ekonomi masih terus menjadi masalah dan yang mendapatkan dampaknya adalah wilayah pesisir,” ujar Lusmeilia.

Dia menuturkan, seminar nasional tersebut dilaksanakan dengan tujuan agar wilayah pesisir pada pembangunan kelautan dan perikanan khususnya di Lampung dapat terealisasikan, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dan masyarakat pesisir dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomiannya.

“Kami berharap, semoga kegiatan ini dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi para pemangku kebijakan di Indonesia. Serta dapat menjadi upaya aktif perguruan tinggi untuk mendukung Indonesia dalam Pembangunan Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan,” ujarnya.

Dr. Helvi Yanfika, S.P., M.E.P, sebagai Ketua Puslit Sumber Daya Pesisir, Kelautan, dan Perikanan mengatakan, seminar tersebut bertemakan “Pembangunan Wilayah Pesisir Berkelanjutan”, karena berkaitan dengan Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim, sehingga menjadikan Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang sumberdaya wilayah pesisir.

“Dengan potensi yang besar tersebut tentunya pembangunan harus terus dilakukan dengan memperhatikan konsep keberlanjutan,” katanya.

Wilayah pesisir Lampung harus menjadi salah satu lokomotif pembangunan ekonomi, yang tentunya harus mengarahkan kabupaten kota, kecamatan, dan desa-desa beserta penduduk di wilayah pesisir. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan dan dapat mengejar ketertinggalan dari wilayah lain, baik dari sisi infrastruktur dan perkembangan perekonomian masyarakatnya.

Selain itu, wilayah pesisir yaitu kelautan dan perikanan sebagai sumberdaya yang sangat vital dalam pembangunan ekonomi, baik nasional maupun daerah, harus juga lebih mampu berperan dan berdaya guna untuk kemajuan daerah pada umumnya. Dan khususnya untuk kesejahteraan masyarakat. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi