oleh

134 RTLH Dibangun Tahun 2021 Menggunakan Program BSMS

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebanyak 134 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2021 bakal dibangun melalui pembangunan rumah Bantuan Swadaya Mahan Sejahtera (BSMS).

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia saat sosialisasi dan pembekalan Koordinator Kabupaten/Kota dan Tenaga Pendamping Program BSMS Provinsi Lampung tahun anggaran 2020 di Novotel Bandarlampung, Selasa (10/11).

“Tahun 2021, ada 134 unit RTLH yang ada di 8 kabupaten/kota yang akan mulai dibangun. Pembangunan akan dilakukan tahun depan. Saya bersyukur kita bisa memberikan sesuatu yang nyata bagi warga kita, seperti saat ini,” beber Nunik -sapaan akrab Chusnunia.

Menurutnya, program BSMS ini merupakan salah satu program yang diprioritaskan dan menjadi komitmen dirinya bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Memang kita sedang menghadapi situasi yang sulit namun semampu mungkin anggaran kita untuk memberikan perhatian kepada warga miskin, terutama yang langsung menyentuh masyarakat seperti ini,” katanya.

Nunik meminta agar pembangunan RTLH ini berjalan maksimal, nantinya didukung dengan swadaya masyarakat dan gotong royong serta melibatkan organisasi masyarakat dan organisasi pemuda.

Dengan harapan kedepannya, anggaran untuk BSMS bisa ditingkatkan sehingga bisa lebih banyak lagi RTLH yang akan dibangun.

Sementara untuk pembangunan satu rumah RTLH dalam program BSMS sendiri mendapatkan bantuan dari APBD Provinsi Lampung sebesar Rp17 juta per rumah.

Kepala Bidang Penyediaan Perumahan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung August Riko mengatakan, sampai 2020 ini menurut data basis data terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk tahun 2020 berjumlah 58.000 unit. Tetapi kalau dari pendataan kabupaten/kota lebih dari 128.000 unit.

“Tahun ini sendiri dengan APBD pemprov belum ada pembangunan RLTH, karena refocusing anggaran. Tapi tahun depan, 2021 rencananya 134 unit rumah yang akan dibangun,” jelas Riko.

Dia melanjutkan, program bantuan stimulan dari Pemprov Lampung tersebut nantinya akan lebih maksimal jika didukung dengan swadaya masyarakat.

“Swadaya itu bisa berupa bantuan material, tenaga atau berupa bantuan dana, inilah bentuk kerjasama dan kekompakan kita bagaimana bisa mewujudkan dengan stimulan yang sedikit bisa menghasilkan rumah yang layak huni,” tambah Riko.

Untuk mengwali pembangunan, Riko mengatakan tahun ini dimulai dengan tahapan perencanaan dengan menentukan calon dan memverifikasi data penerima bantuan, serta pembuatan proposal sebagai bahan yang diperlukan dalam pembangunan rumah. Barulah tahun depan dimulai pengerjaan.

Sementara syarat bagi penerima bantuan program tersebut, lanjut Riko, di antaranya Warga Negara Indonesia, memiliki rumah tidak layak huni dan milik sendiri. Kemudian penerima bantuan juga akan ditentukan nantinya oleh tim teknis tingkat kabupaten/kota hingga provinsi dan konsultan manajemen. (rma/sur)


Komentar

Rekomendasi