oleh

Giat Densus 88, Polda Akhirnya Angkat Bicara

RADARLAMPUNG.CO.ID – Akhirnya Polda Lampung angkat bicara mengenai adanya pengamanan sejumlah terduga radikalisme di beberapa wilayah di Lampung.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Lampung: AKBP Zulman Topani menyatakan benar bahwa pihak Densus 88 melakukan pengamanan sejumlah terduga pelaku radikalisme di wilayah Lampung.

“Ya, Polda Lampung juga sudah berkoordinasi. Kegiatan Densus 88 memang betul ada. Mengamankan 4 orang,” katanya, Senin (9/11).

Dirinya menjelaskan, hingga saat ini Densus 88 masih melakukan pengembangan mengenai pengamanan itu. “Kami (Polda Lampung) pun belum bisa berkomentar lebih banyak. Karena masih pengembangan oleh pihak Densus 88,” kata dia.

“Apabila nanti ada tanda-tanda perkembangan akan segera kami sampaikan,” tambahnya.

Ditanya 4 orang yang diamankan itu merupakan jaringan mana, Zulman -sapaan akrabnya- belum bisa menjelaskan secara terperinci. “Yang tahu itu pihak Densus 88. Jadi saya juga belum paham (jaringan) mana,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror kembali meringkus terduga teroris di Lampung. Ada 4 orang yang diamankan di tempat berbeda.

Informasi yang dihimpun radarlampung.co.id, 4 orang yang diamankan itu merupakan jaringan radikal dari kelompok Jamaah Islamiyah. Dengan inisial SUL, DAV, BAK, dan RG.

4 orang ini pun diamankan di wilayah yang berbeda di Lampung. Ada di Metro 1 orang, Panjang 1 orang, dan 2 di Pringsewu.

Untuk yang di Metro ditangkap pada Sabtu (7/11) sore. Sekitar pukul 16.30 WIB. Sedangkan untuk sisanya diamankan pada malamnya.

“Keterlibatan dari 4 orang ini merupakan jaringan dari kelompok IMAR Banten, yang sudah tertangkap beberapa bulan lalu di Jawa Barat (Jabar),” kata salah satu sumber dari Densus 88 yang enggan disebutkan namanya.

“Mereka ini akan melakukan Amaliyah di beberapa kota. Terutama di Pulau Jawa. Kini mereka sedang dalam pendalaman lebih lanjut,” lanjutnya.

Dari penangkapan itu, pihak Densus 88 Anti Teror berhasil mengamankan beberapa barang bukti. “Seperti handphone, laptop, senapan angin, ketapel, dan beberapa buku jihad,” ungkapnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi