oleh

Ssst…, Ini Daftar Pelanggaran Prokes Para Calonkada Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pasangan Calon Kepala Daerah di Lampung Timur paling banyak melakukan pelanggaran penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat tahapan kampanye pilkada 2020. Kordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P Panggar mengatakan, hal tersebut merujuk pada Data Pengawasan Bawaslu Provinsi Lampung per 9 November 2020.

Kata Iskardo, total ada 34 surat peringatan dikeluarkan terkait pelanggaran prokes kepada paslon di delapan daerah penyelenggara pilkada serentak. Dari 34 surat tersebut, Lampung Timur berjumlah paling besar, dengan total 14 surat peringatan.

Dikuti Bandarlampung 12 surat, Pesisisr Barat enam surat, Lampung Selatan dua surat, Metro dan Waykanan masing-masing satu surat peringatan. Sementara Lampung Tengah dan Pesawaran masih nihil surat.

Secara temuan, Lampung Timur juga memiliki angka tertinggi. Totalnya ada 10.314 pelanggaran. Rinciannya, Yusran Amirullah-Beny Kisworo 151, Zaiful Bokhari-Sudibyo (7891), dan Dawam-Azwar (2272).

Kedua terbanyak adalah Pesisir Barat dengan total 6460. Rinciannya, Pieter-Fahrurrazi sebanyak 2247, Aria Lukita-Erlina (1534), dan Agus-Zulqoini (2679) (selengkapnya data dibawah). “Tentunya supervisi terus kita lakukan. Agar memang, pelaksanaan pilkada ini nantinya sukses tidak dalam hal penyelenggaraannya saja, akan tetapi juga sukses menekan klaster penyebaran Covid dalam pilkada,” kata dia.

Dia menekankan kepada seluruh paslon, agar benar-benar memperhatikan hal-hal terkait prokes Covid-19. Juga memberikan contoh dan sosialisasi kepada masyarakat. “Kita harap, memang jangan sampai ada punishment. Tapi, jika membandel ya kita terus awasi hingga akhir tahapan,” kata dia.

Sementara, Akademisi Universitas Lampung Dr. Dedy Hermawan mengatakan, kondisi temuan ini bisa dibilang miris. Sebab, beberapa hal yang digemborkan calon juga terkait kepedulian terhadap Covid. “Namun, dari data yang disajikan Bawaslu malah justru berbanding terbalik,” ucapnya.

Karenanya, kata dia, kesadaran diri dari paslon dan timnya harus benar-benar ditekankan. Jika tidak, hal ini akan selalu berulang hingga pilkada-pilkada selanjutnya. Sebab, dirasanya secara regulasi memang sudah diatur hingga ke punishment meskipun asih dianggap ringan.“Ya dari paslon jangan malah memberikan contoh buruk. Jika tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bagaimana perilaku masyarakatnya,” imbuhnya. (abd/wdi)

 

Data Pelanggaran Paslon di Lampung per 9 November 2020

 

BANDARLAMPUNG

Rycko-Johan 253

Yusuf-Tulus 79

Eva-Deddy 269

Jumlah 601

 

WAYKANAN

Juprius-Rina 65

Adipati-Ali Rahman 282

Jumlah 347

 

PESAWARAN

Nasir-Naldi 49

Dendi-Marzuki 88

Jumlah 137

 

LAMPUNG TIMUR

Yusran-Benkis 151

Zaiful-Sudibyo 7891

Dawam-Azwar 2272

Jumlah 10.314

 

LAMPUNG TENGAH

Loekman-Ilyas 60

Musa-Ardito 61

Nessy-Imam 63

Jumlah 184

 

LAMPUNG SELATAN

Nanang-Pandu 633

TEC-Antoni 810

Hipni-Melin 825

Jumlah 2268

 

PESISIR BARAT

Pieter-Fahrurrazi 2247

Aria LB-Erlina 1534

Agus-Zulqoini 2679

Jumlah 6460

 

METRO

Wahdi-Qomaru 284

Mufti-Saleh 347

Ampian-Rudy 34

Anna-Frits  218

Jumlah 883

 

Sumber : Bawaslu Provinsi Lampung

Komentar

Rekomendasi