oleh

Satu Pasien Covid-19 Tubaba Sembuh, Dua Pasien Isolasi Mandiri

RADARLAMPUNG.CO.ID-Satu pasien Covid-19 Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dinyatakan telah sembuh, yakni Ny. EL (38) warga Kelurahan Daya Murni Kecamatan Tumijajar. Sebelumnya, pasien tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Imanuel-Bandar Lampung.

Sementara, 2 (dua) pasien lainnya yang sebelumnya menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Tubaba kini telah dipulangkan dan selanjutnya menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka yakni Ny. S (29) warga Tiyuh Makarti- Tumijajar dan Ny. M (60), warga Tiyuh Daya Asri-Tumijajar.

“Itu informasi yang kami terima. Dengan demikian saat ini sudah tidak ada lagi warga Tubaba yang dirawat di rumah sakit. Sedangkan untuk dua pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah tersebut kini berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala),”ungkap Eri Budi Santoso, S.Sos, MH, Juru Bicara Satgas Covid-19 Tubaba, Minggu (15/11) siang.

Hal ini juga dibenarkan oleh Eka Riyana, S.Kep, M.Kes, Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Tubaba.”Ya, untuk pasien yang dirawat di RS Imanuel hasil swab minggu lalu sudah negatif. Sedangkan untuk dua pasien di RSUD Tubaba (Ny S dan Ny.M) sudah dipulangkan karena sudah selesai menjalani isolasi selama 14 hari, namun untuk pemulihan tetap disarankan menjalani isolasi mandiri di rumah,”ulasnya.

Menurutnya, dipulangkannya pasien positif Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri di rumah disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penangan pasien Covid-19 yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.”Berdasarkan SOP, setelah 14 hari menjalani isolasi tidak ada gejala, maka isolasinya selesai. Karena statusnya OTG, maka bisa menjalani isolasi di rumah,”terangnya.

Sebenarnya, lanjutnya, dengan kondisi tersebut yang bersangkutan pun sudah bisa berinteraksi dengan masyarakat lainnya, sebab berdasarkan kajian ilmiah virusnya tidak mampu lagi menular ke lingkungan sekitar.”SOP-nya seperti itu dan perlu diketahui KMK yang didalamnya juga memuat tentang SOP tersebut merupakan revisi yang ke-5 dari KMK sebelumnya, dan ini (revisi) tentu sudah berdasarkan kajian ilmiah WHO dan Kemenkes,”tandasnya. (fei/rnn/wdi)

Komentar

Rekomendasi