oleh

Capaian Rektor Unila Jelang Setahun Masa Kerja

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menjelang satu tahun masa baktinya di Universitas Lampung (Unila), Rektor Unila Karomani telah mengajukan usulan 32 calon guru besar. Hal tersebut sebagai langkah meningkatkan jumlah guru besar.

Juru bicara rektor Unila Kahfie Nazaruddin mengatakan, belum genap satu tahun memimpn Unila, Karomani telah menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Salah satunya dengan mengusulkan 32 calon guru besar Unila.

“Sebelumnya hanya sekitar 9 yang diajukan dalam kurun waktu satu tahun. Dan hampir setahun ini, rektor telah mengajukan 32 calon guru besar. Karena jumlah guru besar berperan penting dalam pengembangan dan evaluasi perguruan tinggi. Itu juga dilakukan dengan program percepatan guru besar,” kata Kahfie, dalam rilis yang ditulisnya, Minggu (15/11).

Capaian lainnya, lanjut Kahfie, Unila mendapat kucuran pembiayaan sebesar Rp600 miliar dari Asian Development Bank (ADB) untuk pembangunan RSPTN di tahun 2021. Kemudian, membangun masjid Al-Wasi’i yang berdaya tampung sekitar 8.000 jemaah.

“Karena diharapkan, kelak Al-Wasi’i menjadi pusat kegiatan warga Unila dan masyarakat sekitarnya dalam beribadah dan mengembangkan peradaban islami,” ucapnya.

Lebih lanjut Kahfie mengungkapkan, di saat kepemimpinan Karomani juga, fakultas kedokteran Unila kembali terakreditasi A, dan juga menambah program studi baru yakni spesialis paru. Tentunya, kesuksesan tersebut membuat fakultas paling muda di Unila itu tambah bermaslahat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Lampung.

“Tak hanya itu, Unila juga menambah dua prodi S-3 baru di Fisip dan FKIP. Capaian ini menambah perbawa akademis Unila sebagai institusi pendidikan tinggi dan sekaligus membuka akses bagi masyarakat Lampung untuk belajar di jenjang akademik tertinggi,” jelasnya.

Lalu, menempatkan dosen Unila Yuliansyah menjadi kepala L2Dikti Wilayah 2 yang sebelumnya posisi itu selalu dipegang dosen dari Universitas Sriwijaya.

“Keberhasilan ini sangat strategis dalam ikhtiar Unila berkontribusi membenahi dan meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi di empat provinsi tersebut,” tukasnya.

Ia menambahkan, tentu masih banyak sasaran kerja dan kewajiban lain yang ingin dicapai rektor Karomani. Seperti, mewujudkan kampus merdeka dan merdeka belajar, menjadikan Badan Pengelola Usaha yang mampu mendukung pembiayaan Unila, atau mewujudkan Visi dan Misi Unila.

“Semua sasaran dan kewajiban itu butuh kerja keras, tidak saja dari jajaran pimpinan Unila, tapi juga dari seluruh warganya. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi