oleh

Ketua KNPI Bandarlampung Dorong Bangun Ruang-Ruang Diskusi

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – November Dialogues berlanjut ke Sesi III yakni 13-16 November 2020. Pada pertemuan ketiga ini, menghadirkan Ketua KNPI Bandarlampung, Iqbal Ardiansyah dengan tajuk Kaum Muda dan Bias Kapitalisme.

Dalam kesempatan itu, Bung Iqbal menyampaikan persoalan kepemudaan dan kapitalisme yang mempengaruhi seluruh aspek salah satunya melalui dunia digital. Pengaruh kapitalisme semakin menggerus budaya-budaya masyarakat seperti gotong royong dan silaturahmi.

Sejalan dengan menghilangnya budaya gotong royong dan silaturahmi, dunia digital turut menyebabkan kaum muda tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya dan justru mengarah pada sosok yang individualistik.

“Secara umum orang yang memiliki kecendrungan individualistik tidak peka terhadap realitasnya, hal ini bisa kita lihat dari menghilangnya budaya gotong royong dan berorganisasi. Padahal salah satu fungsi sosialnya harus berhubungan baik dengan masyarakat di lingkunganya berada” ujarnya.

Meskipun dunia digital disatu sisi membawa dampak baik. Namun disisi lain mengarahkan kaum muda memanfatkanya hanya untuk meraih keuntungan semata, mendapatkan folowers yang banyak dan mengarah pada aktivitas instan dan simple, hal ini menghilangkan ide dan kreativitas kaum muda.

“Jadi, hal yang penting dimiliki oleh pemuda adalah ide-ide kreatif agar nilai-nilai budaya bisa dihidupkan kembali. Dibeberapa kali kesempatan saya terus mendorong pemuda untuk membangun ruang-ruang diskusi, Upaya ini salah satu yang paling mungkin kita lakukan untuk mendorong pemuda lebih resfonsif terhadap realitas sosialnya,” katanya.

Selain itu, sambung Iqbal, dalam rangka melawan kapitalisme global, Pemuda memiliki peran penting untuk mendorong terciptanya ekonomi berdikari sebagai counter dari Kungkungan kapitalisme.

“Tapi, disisi lain peran berorganisasi pun sangat dibutuhkan untuk menambah wawasan, ilmu dan pengalaman, dengan itu kecakapan ekonomi harus diimbangi dengan kepedulian sosialnya. perekonomian yang matang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kemaslahatan,” pungkasnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi