oleh

Pilbup Lamteng Kian Hangat, Tim Paslon No. 2 dan No. 3 Saling Lapor

RADARLAMPUNG.CO.ID – Persaingan antar paslon dalam Pilkada Lampung Tengah kian hangat. Tim paslon nomor urut 2 Musa Ahmad-Ardito Wijaya dan nomor urut 3 Nessy Kalviya Mustafa-K.H. Imam Suhadi saling lapor ke Bawaslu. Terkait dugaan money politics.

Gabungan Relawan Musa-Dito Merakyat (Gasak) melaporkan calon bupati Lamteng nomor urut 3 Nessy Kalviya Mustafa ke Bawaslu Lamteng, Senin (16/11). Gasak melaporkan dugaan praktik money politics dalam kegiatan khitanan di Dusun I, Kampung Kusumadadi, dan pernikahan di Dusun 3, Kampung Kusumadadi, Kecamatan Bekri, Sabtu (14/11).

Ketua Gasak Anwar Syarifudin menyatakan pihaknya melaporkan dugaan money politics yang dilakukan calon bupati nomor 3 Nessy Kalviya Mustafa di Kecamatan Bekri.

“Hari ini, kita melaporkan dugaan praktik politik uang yang dilakukan calon bupati 03 (Nessy Kalviya Mustafa, Red) di Kecamatan Bekri, Sabtu (14/11). Dalam dua kegiatan, Nessy melalui timnya melakukan dugaan praktik politik uang dengan membagikan uang tunai Rp20.000 kepada tamu undangan yang hadir dalam kegiatan itu. Dari atas panggung, MC yang memimpin acara mengarahkan agar masyarakat untuk memilih calon bupati nomor urut 3,” katanya.

Dalam pelaporan itu, kata Anwar, pihaknya telah menyertakan alat bukti yang lengkap. Ada video, foto, dan saksi. “Semuanya ada. Kami berharap Bawaslu segera menindaklanjuti laporan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Anwar, Gasak juga telah melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan calon bupati Nessy Kalviya Mustafa. “Kita juga telah melaporkan kegiatan kampanye Nessy di Kecamatan Terbanggibesar yang menggunakan fasilitas milik negara. Juga kegiatan kampanye Nessy di Kecamatan Bandarmataram yang melibatkan aparatur kampung,” ungkapnya.

Sebelumnya Relawan Barisan Muda Indonesia (Basmi) Lamteng yang mendukung paslon Nessy Kalviya Mustafa-K.H. Imam Suhadi melaporkan paslon nomor urut 2 Musa Ahmad-Ardito Wijaya ke Bawaslu Lamteng.

“Kedatangan kita ke Bawaslu melaporkan paslon nomor urut 2 terkait dugaan pelanggaran prokes dan penggunaan fasilitas negara dalam kegiatan senam bersama di GOR Kampung Buyut Ilir. Kita harap Bawaslu bisa menindaklanjuti,” kata Ketua Basmi Abdul Rozak.

Tidak hanya itu. Tim Anti Money Politics Partai NasDem Lamteng juga telah melaporkan paslon nomor urut 2 terkait dugaan money politics pembagian sembako di Dusun II, Kampung Srikencono, Kecamatan Buminabung. Dalam hal ini, Bawaslu Lamteng juga telah memanggil salah satu saksi Misdawati, Rabu (11/11). Saksi dimintai keterangan terkait adanya pembagian sembako berupa minyak goreng dan kecap kemasan dalam acara pertemuan rutin ibu-ibu PKK di rumah saudara Dewi Astuti.

“Ketika itu sedang kumpul ibu-ibu buat kue. Kemudian dibagikan sembako berupa minyak goreng dan kecap. Ada arahan untuk memilih calon nomor urut 2,” ucapnya usai diklarifikasi Bawaslu Lamteng.

Sementara Ketua Bawaslu Lamteng Harmono menyatakan pihaknya akan bersikap profesional. “Kita akan bersikap profesional. Baik itu menindaklanjuti temuan atau laporan dari masyarakat,” ungkapnya. (sya/sur)

Komentar

Rekomendasi