oleh

Program Ekor Bandarlampung Tersisa Rp3 Miliar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pinjaman Ekonomi Kerakyarajan (Ekor) masih bisa dimanfaatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bandarlampung. Direktur Utama (Dirut) Perkreditan Rakyat (BPR) Waway Lampung (Perseroda) Tarmidi mengungkapkan, jumlah program pinjaman Ekor bagi UMKM masih tersisa Rp3 miliar lebih.

“Ya, sisanya tinggal Rp3 miliar lebih. Tahun depan akan kita tambah lagi, akan tetapi jumlahnya belum ditentukan,” katanya kepada Radar Lampung, Minggu (15/11).

Dia menyebutkan, mulai tahun 2021 program Ekor akan diganti namanya menjadi program usaha produktif. Dirinya, memproyeksikan, jumlah kredit program usaha produktif nantinya akan bertambah, menjadi total sebanyak Rp10 miliar. “Kurang lebih Rp10 miliar,” imbuhnya.

Penyalurannya, katanya, dilakukan secara bergulir, sesuai dengan kebutuhan dan permintaan para pelaku UMKM di Kota Bandarlampung. Dirinya tak menyebutkan berapa jumlah yang meminjam sampai saat ini, lantaran sudah terbilang banyak.

Dirinya berharap kepada masyarakat Lampung, khususnya warga Bandarlampung untuk menggunakan jasa berbankan Bank Waway, karena milik masyarakat Bandarlampung yang mana hasilnya akan kembali ke Pemda setempat untuk pembangunan kota.

“Kalau ada yang belum nabung, ya silahkan gunakan jasa perbankan Bank Waway, yang belum pinjam ya silahkan pinjam, ya karena hasilnya untuk kita semua, masyarakat Bandarlampung,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. mengatakan, pihaknya memang tidak memberikan permodalan bagi UMKM. Akan tetapi, dirinya menjamin kemudahan mengurus izin usaha semuanya gratis.

“Saat ini, Pemkot Bandarlampung memiliki Program Ekonomi Kerakyarajan (Ekor) berupa pinjaman kredit melalui Bank Waway sebesar Rp6,5 miliar. Perekonomian UMKM terus tumbuh walaupun di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi