oleh

BMI Soroti Pola Kampanye Paslon Kada di Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Bintang Muda Indonesia (BMI) menyoroti aktivitas pasangan calon kepala daerah (Paslon Kada) yang hingga kini belum memaksimalkan cara-cara praktis dalam meelakukan kampanye.

Wakil Ketua Umum DPN BMI, Midi Iswanto mengatakan, saat ini, meskipun ditengah pandemi Covid-19, masih banyak paslon kada yang menggelar pertemuan tatap muka. Padahal, pertemuan tatap muka rentan dengan terciptanya klaster baru di pilkada.

“Sebenarnya, kampanye saat pandemi ini bisa dibilang murah. Harusnya tidak banyak mengeluarkan banyak biaya. Karena, metode kampanye menggunakan dalam jaringan itu bisa efisien tapi hasilnya lebih mengena,” ucapnya, Selasa (17/11).

Catatan Radar Lampung, pelanggaran terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 juga terbilang tidak sedikit di Lampung. Kebanyakan, pelanggaran tersebut juga disebabkan kampanye tatap muka. Karenanya, dia menyarankan agar lebih mengedepankan kampanye terkait daring.

“Bisa dengan share visi-misi melalui What’sApp grup. Atau, misalnya dengan aplikasi meeting virtual. Misal di basis mana, mengadakan meeting dengan100 orang masyarakat. Dilakukan secara kontinyu. Saya kira informasi juga akan meluas kok. Dan bisa lebih tidak mengeluarkan anggaran yang banyak,” kata dia.

Jika memang memanfaatkan media daring, kata dia, secara tidak langsung juga bisa mendukung program pemerintah dalam hal pencegahan Covid-19. “Jika daring dilakukan kan tidak terjadi kumpul-kumpul. Boleh-boleh saja tatap muka, tapi rentan. Belum lagi fasilitasi prokes, harus dengan masker, jaga jarak. Kampanye daring, saya kira banyak keuntungannya. Selain irit pengeluaran, pun mengantisipasi pandemi,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Midi juga mengungkapkan progres pembentukan kepengurusan di Lampung. “Progresnya sudah 70 persen. Kemarin kita sudah melakukan rapat. Jika sudah waktunya akan dilakukan. Intinya, kaum milenial yang berada di depan,” ucapnya. (abd/wdi)

Komentar

Rekomendasi