oleh

Rapatkan Barisan, Polres, Kodim, dan Pemkab Tuba Siapkan Diri Hadapi Bencana Alam

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebagai bentuk kesiapan menghadapi bencana alam tahun 2020. Polres Tulangbawang (Tuba), Kodim 0426/TB dan Pemkab setempat menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama.

Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro mengatakan, rakor tersebut sebagai bentuk kesiapan Polres bersama TNI dan instansi terkait guna menanggulangi apabila terjadi bencana alam di tahun 2020.

Andy berharap, dengan adanya rakor ini, nantinya seluruh pihak terkait dapat segera berkoordinasi dan kolaborasi sehingga penanganan bencana dapat cepat terlaksana.

“Apalagi saat ini pandemi Covid-19 juga masih berlangsung,” kata Kapolres saat memimpin rapat di Rupatama Wira Satya Mapolres Tulangbawang, Selasa (17/11).

Dalam waktu dekat, Polres Tulangbawang bersama TNI dan instansi terkait juga akan melaksanakan apel gabungan kesiapan penanggulangan bencana.

Nantinya, dalam kegiatan tersebut juga akan digelar sarana dan prasarana (Sarpras) yang dimiliki.

Menurutnya, kecepatan dan ketanggapan saat pergeseran personel ke lokasi saat terjadi bencana alam merupakan kunci utama dalam memberikan pertolongan, sehingga warga yang menjadi korban tidak terlantar dan dapat segera di evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Dengan telah dilakukan rakor tersebut, baik Polri, TNI dan instansi terkait sudah mengetahui peran dan tugasnya masing-masing saat berada di lapangan sehingga bisa langsung aksi dan tidak bingung lagi harus berbuat apa.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Tulangbawang Kanedy menjelaskan, sedikitnya 41 Kampung dan 2 Kelurahan di Kabupaten Tulangbawang masuk ke dalam daerah rawan bencana alam banjir.

Daerah-daerah tersebut yakni: Kelurahan Menggala Kota dan Kelurahan Menggala Selatan di Kecamatan Menggala.

Permukiman warga di dua kelurahan ini sering dilanda banjir ketika musim penghujan tiba. Faktor lain yang menyebabkan banjir yakni luapan dari Way Tulangbawang.

Di Kecamatan Menggala Timur terdapat tiga kampung yang rawan bencana banjir seperti: Kampung Cakatraya, Sungailuar, dan Bedarow Indah.

Kecamatan Banjarmargo ada Kampung Ringinsari. Di Kecamatan Penawartama ada Kampung Dwimulyo. Kecamatan Meraksaaji terdapat dua Kampung yakni: Kecubungraya dan Margajaya.

Kecamatan Penawaraji di Kampung Sukamakmur dan Pasarbatang. Kecamatan Gedungaji terdapat empat Kampung yakni: Gedungaji, Kecubungjaya, Ajimesir, dan Bandaraji Jaya. Sementara di Kecamatan Gedungaji Baru terdapat Kampung Mesirdwi Jaya dan Mekarasri.

Di Kecamatan Rawapitu ada Kampung Andalascermin, Panggungmulyo, Bumisari, Dutayoso Mulyo, Rawaragil, dan Gedungjaya. Sementara Kecamatan Gedungmeneng yang rawan banjir adalah Kampung Bakungudik, Bakungilir, Gunungtapa Ilir, Gedungmeneng, dan Gedungmeneng Baru.

Di Kecamatan Denteteladas terdapat Kampung Pasiranjaya, Pendowoasri, Kekatung, Mahabang, Teladas, Kualateladas, Bratasena Adiwarna, Bratasena Mandiri, dan Sungaiburung.

Kecamatan Rawajitu Selatan terdapat tiga Kampung yakni: Hargomulyo, Hargorejo, dan Yudakarya Jitu. Di Kecamatan Rawajitu Timur ada Kampung Bumidipasena Agung dan Bumidipasena Utama.

“Untuk Kampung Kualateladas, Bratasena Adiwarna, Bratasena Mandiri, dan Sungaiburung di Kecamatan Denteteladas serta Kampung Bumidipasena Agung dan Bumidipasena Utama di Kecamatan Rawajitu Timur rawan bencana banjir Rob akibat pasang air laut,” kata Kanedy.

Dia melanjutkan, puluhan kampung dan kelurahan tersebut masuk ke dalam pemetaan daerah rawan bencana yang dilakukan oleh BPBD Tulangbawang. (nal/sur)

Komentar

Rekomendasi