oleh

Guru SMA/SMK Mulai Dibekali Pelatihan Pendidikan Anti Korupsi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ratusan guru mata pelajaran PKN atau guru agama pada jenjang SMA/SMK negeri se-Lampung harus siap menjadi guru pengampu pendidikan anti korupsi. Hal itu karena muatan lokal wajib pendidikan anti korupsi akan segera diimplementasikan pada semester genap mendatang.

Ketua MKKS SMA Lampung Suharto mengatakan, untuk membekali guru akan pendidikan anti korupsi, 240 guru SMA/SMK se Lampung khususnya guru mapel PKN atau guru agama diberi pelatihan terkait anti korupsi yang terbagi menjadi 8 angkatan.

“Setelah dilakukan pelatihan ini, akan berkoordinasi untuk pengimplementasian pendidikan anti korupsi di semester genap mendatang,” kata Suharto, Rabu (18/11).

Dikatakannya, sebenarnya tak hanya guru PKN atau agama yang menerima pembekalan tersebut. Hanya saja, karena terbatas kuota, dan substansinya dari pendidikan anti korupsi berkaitan dengan pedidikan nilai. Karena itu diprioritaskan untuk guru PKN atau agama.

“Dalam jangka panjang jika memang nanti diperlukan, kita juga akan memberi pembekalan kepada guru-guru yang lain yang memiliki kompetensi terkait hal itu termasuk kecintaan kepada bangsa dan negara. Karena ini berkaitan dengan kebangsaan,” terangnya.

Suharto menuturkan, satu sekolah mengirimkan satu guru untuk menerima pelatihan itu. Ke depan diharapkan, guru tersebut bisa menyosialisasikan kepada yang lain. “Untuk swasta nanti ada di program masing-masing MKKS,” imbuhnya.

Menurutnya, pengimplementasian pendidikan anti korupsi di semester genap mendatang bukan hal yang mudah karena berkaitan dengan pendidikan nilai.

“Beda jika transfer atau menyampaikan pengetahuan. Tapi nilai itu butuh ruh supaya ada keyakinan bahwa itu bisa menjadi implementasi di lapangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk jenjang SMA sudah disepakati bahwa pendidikan anti korupsi menjadi muatan lokal wajib bukan insersi atau mata pelajaran sisipan.

“Substansinya memang insersi. Tapi kita ingin posisi pendidikan anti korupsi menjadi lebih kelihatan, dampaknya lebih terasa, fokusnya bisa lebih tajam. Serta evaluasinya juga bisa mandiri,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi