oleh

Simak, Begini Strategi Para Calon Wakil Wali Kota Meningkatkan Pelayanan Publik

RADARLAMPUNG.CO.ID – Debat publik calon wakil wali kota Bandarlampung berlangsung selama 6 segmen di Emersia Hotel, Rabu (18/11) malam. Debat diawali dengan penyampaian visi misi masing-masing calon wakil wali kota.

Dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan dari para panelis, yakni Syarief Makhya, Nairobi, Budiono, Ujang Suparman, dan Fathul Mu’in.

Pada segmen pertama dengan tema peningkatan pelayanan publik, para calon wakil wali kota mendapat pertanyaan terkait peningkatan pelayanan publik di Bandarlampung.

Tulus Purnomo membeberkan, strategi kebijakan yang akan diambil untuk menjamin terlaksanannya standar pelayanan publik yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur.

Tulus mengatakan, dalam UU no 25 tahun 2009, tentang pelayanan publik, disebutkan ada 13 asas dalam pelayanan publik, di antaranya asas kepentingan publik, asas persamaan hak, akuntabilitas, transparansi, dan lainnya.

“Sampai pada asas kemudahan dan keterjangkauan. Itu jelas sudah diatur, ada mekanismenya. Oleh karena itu, setiap instansi pemerintah harus menyiapkan di dalam pelayanannya, standar minimum bagi OPD. Kemudian masyarakat juga harus terlibat secara aktif dengan musyawarah yang diadakan di setiap RT, dan dilibatkan dalam musrenbang tingkat kecamatan maupun tingkat kota,” ujarnya.

Menurutnya, itu salah satu cara efektif untuk menggabungkan kehendak rakyat dengan kebutuhan masyarakat.

“Jadi dampaknya pada pelayanan, pelayanan harus efektif, efisien, dan ekonomis. Sehingga masyarakat bisa terlayani dengan senang hati,” imbuhnya.

Tulus menilai, strategi untuk memaksimalkan penggunaan IT pada pelayanan publik. Pasangan calon nomor urut dua itu mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan tenaga profesional di masing-masing instansi untuk menyongsong penggunaan IT dengan standar pelayanan prima.

“Bagaimana caranya? Di setiap OPD kita akan wajibkan untuk melayani masyarakat dengan target yang ditentukan. Sehingga rakyat bisa terlayani dengan mudah dan cepat,” ucapnya.

Lalu, Deddy Amrullah menanggapi pelayanan publik terkait dengan trek khusus untuk masyarakat yang hobi bersepeda. Pihaknya juga konsen pada olahraga, sehingga pihaknya akan membuat dan mempersiapkan trek khusus untuk masyarakat yang hobi bersepeda.

Wilayah di Bandarlampung, dimungkinkan di wilayah yang tidak padat, dan tidak menganggu arus lalu lintas. Di antaranya, Jalan Kartini, langsung ke wilayah Wayhalim. “Lalu, ke wilayah Sukadanaham. Sehingga pelayanan kepada masyarakat yang hobi bersepeda bisa kita akomodir,” tukasnya.

Johan Sulaiman mengungkapkan, jika nanti ia terpilih menjadi wakil wali kota Bandarlampung, ia akan meningkatkan pelayanan publik dengan melakukan pendekatan, yakni dengan melakukan pembinaan kepada ASN dengan meningkatkan kompetensi dengan cara memberikan pelatihan dan pendidikan tambahan.

Lalu, menempatkan ASN sesuai bidang kemampuannya. Juga akan diberikan reward dan punishment sesuai dengan prestasi,” katanya.

Ia juga menanggapi terkait pelayanan publik yang belum bisa dicapai hingga kategori pelayanan publik yang unggul dan prima. Johan menjawab, pihaknya akan menerapakan target standar pelayanan publik sesuai dengan penjaminan mutu internasional, dan standar pelayanan publik lainnya.

“Lalu meningkatkan sarana prasarana sesuai dengan standarnya. Meningkatkan kompetensi ASN dengan memberikan reward dan punishment kepada petugas pelayanan publik. Seperti memberikan insentif kepada tenaga pelayanan publik yang diberikan tepat waktu. Serta melakukan evaluasi secara berkala kepuasan penilaian publik di Bandarlampung,” ungkapnya.

Sementara, Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triadi memastikan bahwa pihaknya akan siap untuk dievaluasi agar pelaksanaan debat publik berikutnya bisa berjalan dengan lancar dan baik.

“Sebagai bahan evaluasi, durasi, lalu berkaitan dengan tidak keluar dari konteks tema. Itu juga akan kita ingatkan pada debat berikutnya,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi