oleh

Tim PKM Biologi Unila Lolos Pimnas ke-33

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Lampung (Unila) berhasil meloloskan tujuh tim ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-33, 2020.

Salah satu dari berbagai tim yang lolos Pimnas adalah tim yang diketuai Fatimah Alhafizoh, dengan anggota Ria Novitasari dan Jensa Yuswantoro, dari Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unila.

Melihat bahaya dari penyakit Diabetes Melitus yang merupakan masalah kesehatan utama di dunia. Dan Indonesia menduduki peringkat 6  dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi, yakni 10,3 juta pasien per tahun 2017. Diperkirakan akan meningkat menjadi 16,7 juta pasien per tahun 2045 berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2017.

Maka mahasiswa Jurusan Biologi mengangkat tema mengenai  “Efektivitas Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa L.) sebagai Alternatif Penghambat Diabetes pada Mencit (Mus musculus L.)”. Hasilnya, tim tersebut berhasil menembus ajang bergengsi tersebut.

Tim yang dibimbing Dra. Tundjung Tripeni Handayani, M. S (Dosen Jurusan Biologi, FMIPA Unila) ini adalah salah satu dari tiga tim Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang lolos dari Jurusan Biologi, FMIPA Unila.

Hasil dari riset/studi literatur yang telah dilakukan oleh tim ini menunjukan bahwa pada daun bungur terkandung suatu senyawa, yaitu asam korosolat yang telah terkonfirmasi dapat digunakan sebagai antidiabetic potensial. Sehingga ekstrak daun bungur dapat menjadi salah satu solusi untuk dijadikan alternatif penghambat diabetes.

“Awalnya saya dan tim tidak menyangka bahwa kami akan lolos sampai tahap Pimnas, tetapi kami bersyukur kami masih diberi kesempatan bisa lolos tahap tersebut,” ujar Fatimah selaku Ketua tim yang kini juga tengah disibukkan persiapan penelitian untuk mencapai gelar S1.

Terlihat perbedaan sangat jelas pada persiapan PKM tahun ini. Jika tahun sebelumnya untuk PKM-PE dilakukan penelitian secara langsung sehingga data yang diperoleh merupakan data primer (data hasil penelitian sendiri). Pada tahun ini hanya akan dilakukan riset atau tinjauan terhadap sumber literatur/jurnal ilmiah mengenai topik tersebut, yang kemudian dilakukan pendalaman telaah literatur ilmiah sehingga merumuskan informasi terbaru mengenai daun bungur sebagai antidiabetes.

Hal itu disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan melakukan pengambilan data dari kegiatan yang dilakukan di laboratorium dan/atau lapangan.

Salah satu anggota tim –Ria Novitasari– mengatakan, tahap persiapan PKM ini memiliki tantangan tersendiri. “Tantangannya adalah kami harus mencari berbagai macam literatur dari artikel ilmiah atau jurnal untuk dijadikan data sekunder sebagai sumber utama dalam PKM Penelitian Eksakta ini. Kami harus lebih aktif mencari jurnal yang berkredibel bahwa hal ini dapat juga menambah wawasan,” ujar Ria.

Anggota Tim Jensa Yuswantoro berharap, kedepan akan ada realisasi dari penelitian ini. “Kami berharap bahwa kedepannya, PKM ini akan ada pengembangan dan realisasi hingga kedepannya gagasan ini dapat berguna untuk orang lain,” ucapnya.

Saat ini, tim ini tengah bersiap-siap untuk tahap Pimnas 33 yang akan dilaksanakan pada 24-29 November 2020. Pimnas kali ini berkerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dan dilangsungkan secara daring (online) dikarenakan adanya pandemi Covid-19. (gie/sur)

Komentar

Rekomendasi