oleh

RSUDAM Tambah Tempat Tidur, Total Terkonfirmasi Covid-19 3.333 Kasus

RADARLAMPUNG.CO.ID-Total kasus harian Covid-19 di Lampung per Rabu (25/11) sebanyak 3333 kasus, ada penambahan 84 kasus baru dan tiga orang meninggal di Lampung. Sementara saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUAM) Lampung menambah jumlah tempat tidur bagi pasien Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana Rabu (25/11) mengatakan penambahan rumah sakit diikuti dengan tujuh tingkatan ruang isolasi.

“Jadi rumah sakit umum Abdul Moeloek and sebagai rujukan utama pasien covid 19 di provinsi Lampung, kami saat ini sudah menaikkan jumlah tempat tidurnya mencapai 100 tempat tidur. ruang isolasi juga kami bagi menjadi tujuh tingkatan sesuai dengan kondisi pasien covid-19,” beber Reihana.

Rehana menyebut, pasien dengan gejala covid-19 yang ringan akan ditempatkan di ruang isolasi paling bawah. Namun jika kondisinya memburuk, pasien akan ditingkatkan ke ruang isolasi selanjutnya.

Selain itu rumah sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) yang terletak di Kota Baru yang digunakan untuk pasien covid-19 tanpa gejala ini juga bertambah menjadi 20 tempat tidur. Jumlah ini bisa terus bertambah tergantung nantinya jumlah pasien yang akan dirawat di sana.

Sementara untuk penambahan kasus baru Rabu di provinsi Lampung ada 84 kasus yang berasal dari Bandarlampung 30 kasus, Lampung tengah 20 kasus, Lampung timur 12 kasus, Tanggamus 4 kasus, Lampung Utara 7 kasus, Tulangbawang 3 kasus, Mesuji 3 kasus, Lampung Selatan 2 kasus. Kemudian Pringsewu Pesawaran dan Pesisir Barat masing-masing 1 kasus. “Jumlah ini didapat dari hasil tracing 52 kasus dan kasus baru 32 kasus. Kemudian yang sedang melakukan isolasi mandiri sebanyak 72 kasus dan 12 kasus sedang dirawat,” tambahnya.

Ada penambahan selesai isolasi sebanyak 52 kasus yang terdiri Bandarlampung 30 orang, Lampung timur 13 orang, Lampung tengah 3 orang, Lampung barat 2 orang, kabupaten Pringsewu 2 orang dan Pesisir Barat 1 orang. “Ada pasien meninggal bertambah tiga orang yaitu dari Bandarlampung 2 orang dan Pringsewu 1 orang. Pasien 3292 perempuan 57 tahun dari Bandarlampung. pada 13 November pasien dibawa ke rumah sakit swasta di Bandarlampung dengan keluhan lemas, demam dan sesak. Pasir kemudian dilakukan tapi tes dengan hasil reaktif dan diambil swab. pada 17 November pukul 22.40 WIB pasien mengalami perburukan kondisi dan pukul 23. 20 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia. Hasil swab pasien baru keluar tanggal 22 November dan dinyatakan positif covid-19,” tambahnya.

Pasien 3293 laki-laki 59 tahun juga dari Bandarlampung. pada 14 November pasien mengalami keluhan lemas, demam, batuk serta sesak. kemudian 17 November pasien dibawa ke rumah sakit dan dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Kemudian pasien diambil swab, namun pada pada 20 November pukul 21.30 WIB pasien mengalami perburukan kondisi dan pada pukul 21.50 WIB dinyatakan meninggal.

“Hasil swabnya terkonfirmasi covid 19 yang keluar pada 22 November. Pemulasaran jenazah dilakukan dengan protokol covid 19. Pasien 3183 laki-laki 60 tahun asal Pringsewu memiliki riwayat perjalanan dari Tangerang. Kemudian pada tanggal 15 pasien mulai mengeluh batuk sesak nafas,” jelasnya.

kemudian pasien berobat ke salah satu rumah sakit pada 22 November. Dan melakukan rapid tes dengan hasil non reaktif. Namun tanggal 22 November dilakukan pemeriksaan swab dan terkonfirmasi covid 19. Pada tanggal 24 November pukul 12.00 WIB kondisi pasien memburuk dan pada pukul 02.55 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi