oleh

Kompak Bungkam Terkait Honor Saksi

RADARLAMPUNG.CO.ID- Pilwakot Bandarlampung semakin dekat. Koalisi paepol di masing-masing pasangan calon wali kota sedang mempersiapkan saksi untuk mengawal suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun, baik paslon 1 Rycko Menoza-Johan Sulaiman (Ryckojos), paslon 2 M.Yusuf Kohar (Yutuber), maupun paslon 3, Eva Dwiana-Deddy Amarullah sepakat tutup mulut terkait honor yang diberikan kepada saksi tersebut.

Terbanyak yang dipasang sebagai saksi di TPS adalah dari paslon Eva-Deddy. Ketua Tim Pemenangan Eva-Deddy, Wiyadi mengatakan, pihaknya memasang enam orang saksi di setiap TPS di Bandarlampung. Sementara total TPS di Kota Tapis Berseri berjumlah 1700. Jika dikalikan enam orang, maka saksi pemenangan Eva-Deddy berjumlah 10.200 orang. “Itu yang di TPS. Belum lagi ada koordinator yang di Kelurahan dan di Kecamatan. Jumlahnya masing-masing lima orang. Ini baru yang dari kader PDI Perjuangan saja,” ucapnya, Kamis (26/11).

Wiyadi mengatakan, saksi merupakan ujung tombak pemenangan. Karenanya, pihaknya juga sudah memberikan pembekalan terhadap 10.200 saksi, berikut koordinator kecamatan dan koordinator kelurahan.”Saksi sudah siap, ditambah mulai hari ini tadi dilakukan pembekalan untuk saksi di TPS,” kata dia.

Namun sayangnya, Ketua DPRD Kota Bandarlampung ini enggan memberikan keteranhan berapa jumlah honor yang diberikan kepada setiap saksi. “Pembahasan kita tidak sampai di sana,” ujarnya.

Sementara, Yuhadi, Ketua Tim Pemenangan Ryckojoss mengatakan, sudah mempersiapkan saksi, khususnya dari partai golkar yang juga sudah dilakukan pembekalan oleh Badan Saksi Nasional (BSN) DPP Partai Golkar. “Yang jelas saksi sudah siap. BSN sudah melakjkan pembekalan. Nanti ada saksi di setiap TPS dua orang dari unsur koalisi Golkar dan PKS. Harapan kita mereka benar-benar memperjuangkan dan mengawal suara Ryckojos, dan punya integritas,” tegasnya.

Namun, dengan alasan tidak etis, Anggota DPRD Kota Bandarlampung ini tidak bèrkenan memberitahukan besaran honor saksi yang bakal mengawal suara pilwakot untuk Ryckojos. “Saya kira tidak etis jika dipublis, juga di aturan partai. Itu kan internal partai. Yang penting saksi bisa kompak, bisa mengawal dengan cermat,” imbuhnya.

Senada, Ketua Tim Pemenangan Yutuber, Budiman A.S mengaku persoalan honor saksi merupakan internal partai. Di mana, diradanya tidak etis jika menjadi konsumsi publik. “Kalau itu secreet (rahasia) lah. Jadi konsumsi internal saja. Intinya, saksi Yutuber sudaj siap mengawal kemenangan pak Yusuf dan pak Tulus,” ucapnya.

Anggota DPRD Provinsi Lampung itu bilang, jika pihaknya hanya menyiapkan satu punggawa saksi saja per TPS. Dia mengaku kepercayaan publik terhadap Yutuber semakin hari semakin meningkat. Itu juga berkat kinerja Yusuf-Tulus, juga tim pemenangan.”Saksi ini jadi ujung tombak kita. Satu komponen penting dalam pemenangan. Tentunya kader yang kita siapkan. Kader Yutuber. Tidak asa perbedaan koalisi. Kita satu, Yutuber. Kita harap benar-benar menjalankan tugasnya mengawal tanpa ada intervenai dari pihak luar,” tandasnya. (abd/wdi)

Komentar

Rekomendasi