oleh

Heboh Kabar Duka Walpri Wali Kota Meninggal, Begini Penjelasan Kepala Dinkes juga Rekan Kerja

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kabar wafatnya Aipda Bambang Irawan –pengawal pribadi (Walpri) Wali Kota Bandarlampung Herman HN–, Sabtu (28/11), sekira 14.00 WIB membuat rekan kerja kaget. Seperti diakui salah satu rekan kerja almarhum: Hadiyanto, yang juga bertugas sebagai walpri wali kota.

“Kita syok, karena kemarin beliau juga posisinya masih sempat mengawal,” katanya kepada Radar Lampung saat dihubungi, Minggu (29/11).

Hadi mengungkapkan, almarhum sempat mengeluh pusing kepala dan sakit di tengkuknya kepada rekan-rekanya saat bertugas. “Waktu itu dia memang mengeluh sejak Senin, Selasa, Rabu (23-25/11). Terus saya bilang supaya dia minum obat, katanya sudah sembuh,” ungkapnya.

Kamis (26/11) almarhum kembali mengaku sakit pada tengkuknya dan pusing kepala. “Kalau keluhannya cuma pusing dan tengkuk leher belakangnya kayak berat. Saya bilang ke dia, mungkin kolestrol Beng –sapaan akrab Aipda Bambang Irawan, coba cek ke dokter, yo katanya,” ceritanya.

Kemudian, Sabtu (28/11) setelah salat zuhur di kebun wali kota, almarhum mengaku sakit tenggorokan. “Memang dari kemarin dia ngomong sih, enggak enak tenggorokan, kemarin dia mengaku enggak bisa makan. Dia akhirnya pulang, terus dapat kabar dia meninggal. Makanya kita syok dengarnya,” kenangnya.

Hadi menyebutkan, Beng pada hari itu masih mengawal wali kota. Pada pagi harinya, almarhum menjalankan salat duha di masjid di lingkungan Pemkot Bandarlampung. Kemudian, siang harinya almarhum bersama rekannya ke kebun wali kota, seperti rutinitas biasanya di hari Sabtu.

Menurut Hadi, pasca melakukan medical cekup di RS Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandarlampung pada 2017 lalu, almarhum sejak awal tahun 2010 diketahui berhenti merokok dan tidak meminum kopi –lantaran dilarang dokter. Namun, Hadi tak mengetahui secara pasti sakit apa yang diderita almarhum.

“Sejak itu dia ngopi enggak, merokok enggak. Dia selalu minum air putih hangat. Kayaknya dia itu menderita kolestrol, karena sering pusing dan pernah kayak gondokan di belakang leher,” ucap Hadi yang merupakan walpri Herman H.N. sejak 10 Juli 2010.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bandarlampung Edwin Rusli menduga almarhum Beng wafat diakibatkan serangan jantung. Menurutnya, bila almarhum diketahui menderita kolestrol, sangat dimungkinkan bisa menyerang jantung.

Ya, berdasarkan informasi yang beredar, Beng yang merupakan personil Sat Sabhara Polresta Bandarlampung dengan NRP 79031278 meninggal dunia di RS DKT Bandarlampung sekira pukul 14.00 WIB, Sabtu (28/11).

Adapun krologis kejadian yang dihimpun Radar Lampung, pada Sabtu (28/11) pukul 12.00 WIB, almarhum izin meninggalkan tugas (mengawal Wali Kota Bandarlampung) untuk pulang kerumah karena mengeluh pusing.

Pada saat di rumah yang bersangkutan mengeluh pada istri mengalami sesak nafas dan masih pusing. Kemudian, pada pukul 13.30 WIB almarhum dan istri pergi ke RS DKT Bandarlampung. Pada saat diperjalanan menuju RS tiba-tiba almarhum mengalami sesak nafas.

Sesampainya di RS DKT pada pukul 14.00 WIB, dokter menyatakan almarhum sudah meninggal dunia. Pada pukul 15.50 WIB jenazah diberangkatkan ke Talang Padang Desa Pugung, dan dimakamkan dengan upacara kepolisian pada Minggu (29/11), sekira pukul 10.00 WIB, di Pemakaman Umum Desa Pugung Kec. Pugung, Tanggamus. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi