oleh

Sergap Gedung Kosong di Tengah Kota, Ratusan Prajurit Marinir hingga Tank Dikerahkan

Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS menggelar latihan operasi pertempuran kota. Ratusan prajurit khusus yang tergabung dalam dua Batalyon Infanteri: Yonif 7 dan Yonif 9 Marinir terlibat dalam kegiatan ini.

LAPORAN ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

Gemuruh suara tembakan terdengar sangat keras di dua gedung terbengkalai. Di sekitaran Telukbetung, Bandarlampung –tepatnya di Jl. Laksana Malahayati.

Sejumlah masyarakat sekitar pun berhamburan keluar. Penasaran ingin melihat suara keras apakah tadi, yang memekakkan telinga mereka.

Di lokasi lain, tepatnya di gedung terbengkalai tadi, ratusan prajurit gabungan dari Brigif 4 Marinir/BS melakukan penyerbuan untuk menyelamatkan sasarannya. Dengan bersenjata lengkap –layaknya di game Call of Duty (COD), ratusan prajurit berlarian dikawal tank masuk ke gedung itu.

Tak hanya itu saja, suara tembakan senjata laras panjang milik para prajurit pun terdengar sangat keras. Diiringi suara keras sebuah letupan besar. Diarahkan ke gedung kosong, di mana di dalamnya terdapat salah satu korban. Yang disandera para teroris di lantai 4.

Tiba di depan gedung kosong, dengan sigap para prajurit tadi langsung berpencar. Sebagian prajurit masuk ke dalam untuk menyelamatkan sandera. Dan yang lainnya berjaga-jaga di depan, antisipasi adanya serangan lain.

Di dalam gedung terdengar suara tembakan puluhan kali. Beberapa menit kemudian, para prajurit tadi berhasil melumpuhkan teroris yang menyandera korbannya. Korban pun berhasil diselamatkan.

Kegiatan tadi merupakan latihan operasi pertempuran kota. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan gangguan keamanan terhadap NKRI.

Yang lebih spesial, kegiatan ini dibuka langsung oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono. “Sebagai bagian dari Integral Korps Marinir, juga pasukan amfibi, sewajarnya prajurit marinir dituntut mampu bertempur mengamankan situasi. Baik di darat maupun lautan,” kata jenderal bintang dua ini, Minggu (29/11).

Menurutnya, di samping harus mampu bertempur di daerah muara sungai, rawa-rawa, daerah pantai pun hutan, marinir pun harus bisa melaksanakan pertempuran di kota.

“Sehingga semua medan dan cuaca kita harus mampu menyiapkan prajurit. Untuk bisa melaksanakan tugas-tugasnya,” katanya.

Dirinya menambahkan, kegiatan latihan ini dilaksanakan baru kali pertama. Yang di mana pihaknya pun masih fokus untuk melaksanakan tugas dalam rangka satgas Covid-19 di Jakarta. Untuk itu, dirinya menyampaikan tak boleh terlena. “Tetap melaksanakan operasi perang,” kata dia.

Dankormar pun menjelaskan, untuk kegiatan kali ini yakni latihan diskenariokan adanya musuh menduduki suatu wilayah yang padat penduduk. “Jadi wilayah ini diduduki musuh. Dan tugas prajurit mengambil wilayah itu kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Brigif 4 Mar/BS Kolonel Mar Nawawi mengatakan, latihan ini merupakan bentuk pelaksaan perintah dari satuan atas. “Latihan kali ini merupakan gabungan dari Batalyon 7, Batalyon 9 Marinir dan unsur kaveleri yang dipunyai oleh Brigif 4 Marinir/BS,” ucapnya.

Untuk itu, Danbrigif berharap agar latihan ini dapat memberikan rasa percaya diri kepada masyarakat, bahwa TNI-Polri siap bersinergi demi keamanan negeri. “Latihan ini di tengah kota disaksikan oleh warga sekitar, semoga seluruh masyarakat merasa aman karena TNI-Polri akan selalu berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi