oleh

Komitmen Mahasiswa dan Dosen Harus Ditingkatkan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Lampung (Unila) menempati peringkat ke 9 pada pekan ilmiah mahasiswa nasional (Pimnas) ke 33 yang dilaksanakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 24-29 November secara daring.

Wakil rektor III Unila Yulianto mengatakan, untuk tahun ini, Unila mampu menembus 10 besar untuk kegiatan Pimnas ke 33 tahun 2020 tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan bangga dari Rektor Unila yang sudah mengharumkan nama Unila di kancah nasional.

Yulianto memaparkan, Unila berhasil mendapatkan satu emas untuk presentasi, dan perunggu untuk poster pada kategori Pengabdian kepada Masyarakat Gagasan Konstruktif Futuristik (PKM-GKF1) dengan karya “Smart Integrated Aquaculture Management, Konsep Tata Kelola Akuakultur untuk Perikanan Berkelanjutan, yang telah mengalahkan tim UI dan UGM.

Lalu, tim Unila untuk lomba poster yang mendapat hadiah perak dengan karya “E-nose: Sistem Cepat Deteksi Penyakit Diabetes Militus Berbasis Matriks Sensor dan Arduino”.

“Perolehan prestasi ini merupakan perjuangan yang panjang dan cukup melelahkan bagi para mahasiswa. Dari ratusan mungkin ribuan proposal yang dikirim ke Simbelmawa, sebanyak 22 yang lulus untuk mendapatkan pendanaan, kemudian hanya 7 yang ikut ke Pimnas ke 33. Karya yang sudah dihasilkan terus dikembangkan jangan sampai berhenti sampai di sini,” katanya, Senin (30/11).

Yulianto juga menuturkan, untuk kedepannya, pihaknya akan melakukan perbaikan-perbaikan terutama untuk sosialisasi terkait PKM itu.

“Tentu ke depan kita akan terapkan strategi dan langkah baru untuk terus meningkatkan peringkat Unila. Tahun ini Unila meraih medali terbanyak,” tukasnya.

Tim kerja Warek III Unila Hartono menambahkan, PKM ini merupakan karya mahasiswa dan dosen. Artinya ada mahasiswa dan pembimbingnya, dan keduanya harus berkomitmen untuk menjadi juara.

“Jika keduanya berkomitmen untuk menjadi juara, pasti menjadi juara. Tapi kadang mahasiswa ingin jadi juara, tetapi dosennya tidak. Jadi komitmen ini yang harus lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Lalu, perbaikan yang harus dilakukan dengan sosialisasi tentang PKM yang akan diperkuat. “Dari wr 3 nanti akan ada kebijakan-kebijakan baru yang mengarah untuk memungkinkan keterlibatan mahasiswa dan dosen lebih besar lagi. Karena mempertahankan itu sulit, dan juga harus ditingkatkan lagi. Ini harus ada langkah-langkah baru,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi