oleh

Protes Money Politic, Massa Bentrok di Kantor Bawaslu

RADARLAMPUNG.CO.ID – Massa pendukung calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 1, 2 dan 3 berkumpul di kantor Bawaslu Lampung. Mereka tidak terima lantaran ada dugaan money politic yang dilakukan paslon nomor 6.

Suasana gaduh dan mulai tegang. Personel dalmas Satsabhara Polresta Bandarlampung berupaya memenangkan massa. Namun kondisi kian memanas. Bentrok tidak bisa dihindari.

Kapolresta Bandarlampung lalu memerintahkan kendaraan water canon untuk memecah massa. Namun suasana semakin tegang.

Polisi terpaksa menembakkan gas air mata. Baru massa kocar kacir dan suasana bisa dikendalikan.

Suasana ini menjadi gambaran dalam simulasi mengantisipasi kerusuhan dalam pelaksanaan pilkada, Selasa (1/12). Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolresta Bandarlampung.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya mengatakan, simulasi dilakukan untuk mengantisipasi keributan usai pemungutan suara.

“Saya juga sudah memerintahkan  seluruh Bhabinkamtibmas untuk bersama-sama menciptakan dan menjaga situasi Bandarlampung tetap aman, sejuk, dan damai. Selain itu upaya pendekatan lainnya agar selalu menjaga protokol kesehatan,” kata Yan Budi.

Menurut Yan Budi, Bhabinkamtibmas yang terdepan dalam mengamankan setiap tahapan Pilkada agar berjalan dengan semestinya tanpa kekacauan dan lainnya.

“Intinya, dapat memantau setiap perkembangan situasi yang ada. Sekecil apapun permasalahan yang terjadi, segera laporkan agar dapat diselesaikan dengan musyawarah,” tegasnya. (mel/ais)

 

Komentar

Rekomendasi