oleh

Kelompok Transportasi sumbang Inflasi Tertinggi

 

radarlampung.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat adanya peningkatan harga berbagai komoditi pada November 2020. Kenaikan harga tersebut terpantau di dua kota di Lampung, yakni Metro dan Bandarlamping.

Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,54 pada bulan Oktober 2020 menjadi 105,66 pada November 2020 atau mengalami inflasi sebesar 0,12 persen.

Berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) November 2020 mengalami inflasi sebesar 1,33 persen, sedangkan inflasi year on year (yoy) November 2020 terhadap November 2019 yakni sebesar 1,73 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Faisal Anwar mengatakan, dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 0,42 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,28 persen.

“Kemudian kelompok kesehatan 0,02 persen, kelompok pakaian dan alas kaki, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,01 persen,” katanya.

Sebaliknya, tiga kelompok mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami deflasi sebesar 0,13 persen; diikuti kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen; dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,04 persen.

Sementara, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran relatif stabil atau tidak mengalami perubahan indeks harga.

“Dari dua kota pemantauan di Lampung pada November 2020, Kota Bandarlampung mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, dan Kota Metro sebesar 0,40 persen,” tambahnya.

Dia menjelaskan, Inflasi Kota Bandarlampung menempati peringkat ke-78 dan Kota Metro peringkat ke-27 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya.

Sementara itu, dari dari 90 kota IHK, 83 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,15 persen, dan inflasi terendah terjadi di Bima sebesar 0,01 persen. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,22 persen, dan deflasi terendah terjadi di Meulaboh dan Palopo masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau memberikan andil inflasi tertinggi, yaitu sebesar 0,08 persen. Adapun subkelompok yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada bulan November 2020 yakni subkelompok Makanan yaitu sebesar 0,08 persen,” tandasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi