oleh

Kepri Model Pengembangan Ekosistem Pariwisata Kawasan Perbatasan

RADARLAMPUNG.CO.ID- Anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai Kepulauan Riau dapat menjadi model pengembangan ekosistem pariwisata di kawasan perbatasan negara.

Staff Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman, menyampaikan hal tersebut dalam acara Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2020 di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2020).

Dadang menjelaskan kunci mengembangkan parawisata di wilayah perbatasan adalah terdapat wisatawan yang datang ke wilayah perbatasan; adanya destinasi wisata; dan adanya pelaku usaha di wilayah tersebut yang dapat menangkap peluang ekonomi dari kunjungan wisatawan.

Lebih lanjut Dadang mengatakan di Kemenparekraf terdapat program dan kegiatan seperti program pemasaran, program pengembangan destinasi, pengembangan SDM industri dan kelembagaan karena empat pilar berdasarkan undang-undang.

“Nah dengan demikian kalau kita mau mengembangkan pariwisata bagian dari integrasi sinergi pengembangan wilayah perbatasan, kita fokusnya ke program pemasaran. Program pemasaran itu untuk meng-attract wisatawan datang. Contoh terbaik bagi wilayah perbatasan di wilayah Indonesia adalah Kepri, karena 20 persen kunjungan wisatawan mancanegara itu melalui Kepri,” kata Dadang.

Kepri kata Dadang, diuntungkan dengan kondisi geografisnya yang dekat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Selai itu Kepri juga ditunjang infrastruktur yang memadai, mempunyai keunikan dan keistimewaan daerah, serta sarana kesehatan yang menunjang. “Jadi ekosistemnya sudah jalan,” pungkasnya.

 


Komentar

Rekomendasi