oleh

8 Tahun Menunggu, Lifter Lampung Akhirnya Raih Medali di Olimpiade London

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lantaran dua atlet cabang olahraga (cabor) angkat besi peraih medali di Olimpiade London 2012 dicoret –akibat penggunaan doping– atlet angkat besi Indonesia asal Lampung: Citra Febrianti naik kasta. Dia pun berhak mendapat medali perunggu.

Citra yang saat itu turun di kelas 53 kilogram hanya menempati posisi keempat. Sedangkan lifter asal Kazakhstan Zulfiya Chinshanlo mendapat medali emas, dan Shu Ching dari China Taipe meraih Perak. Sedangkan Cristina Lovu dari Moldova diperingkat ketiga dan berhak mendapat medali perunggu.

Namun, hasil itu berubah setelah International Olympic Committee (IOC) mendiskualifikasi Zulfiya dan Christina pada 19 Oktober 2016 lalu. Keputusan itu berdasarkan klasifikasi baru yang dibuat oleh federasi angkat besi internasional (IWF) lantaran konsumsi substansi terlarang.

Pada 19 November 2020 lalu, IOC mengeluarkan keputusan dengan menetapkan Citra sebagai peraih medali perak. Sedangkan Medali emas dalam kelas ini diberikan kepada Shu-Ching dari China Taipe yang sebelumnya meraih medali perunggu, dan medali Perunggu diberikan kepada Iulia Paratova dari Ukraina, yang sebelumnya diperingkat 5.

Kabar tersebut ditanggapi suka cita pengurus dan lifter Padepokan Gajah Lampung tempat Citra dibina.

“Ini luar biasa dan bukti dari kejujuran kita, tetap dihargai di dunia internasional. Citra tampil dengan lugu dan lugas, sementara beberapa atlet dinyatakan menyalahi aturan terkait doping. Bersyukur, anak kami meraih medali perak Olimpiade, meskipun harus menunggu delapan tahun untuk keputusan IOC itu,” kata Anna Maria, mewakili pimpinan Padepokan Gajah Lampung Imron Rosadi.

Anna yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) berharap pemerintah kembali melihat dengan arif tentang pencapaian ini, khususnya peluang memberikan bonus kepada atlet dan pelatih. ”Atletnya dari Lampung dan pelatihnya pun dari Lampung, Eddy Santoso,” katanya.

Kabar gembira ini sudah disampaikan ke KONI Lampung oleh Imron Rosadi selaku ketua Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Lampung, untuk dapat ditindaklanjuti. “Sudah, Pak Imron sendiri yang menyampaikan kabar ini ke pak Sekum KONI Lampung,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari merasa gembira karena Citra akan mendapatkan medali perak yang menjadi haknya.

“Begitu Citra melaporkan masalahnya secara langsung, kami segera bergerak dan berkomunikasi dengan IOC. Alhamdulillah, hanya dalam waktu dua pekan kami sudah mendapatkan respon dari IOC,” kata Okto dilansir detik.com.

NOC Indonesia juga melaporkan perkembangan kasus ini kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Sejak mendengar kabar dirinya naik ke peringkat kedua, empat tahun lalu, Citra sudah melapor kepada PB PABSI, KOI, dan Kemenpora.

Akhirnya, atlet asal Lampung ini datang ke kantor pusat NOC Indonesia pada 4 November 2020 untuk mengadukan masalahnya. NOC Indonesia pun segera merespon dengan berkoordinasi dengan PB PABSI dan mengirim surat resmi ke IOC pada hari yang sama.

“Hal ini menunjukkan komunikasi yang baik antara IOC dan NOC Indonesia, termasuk PB PABSI. Kami akan terus menjaga komunikasi yang baik ini demi kepentingan olahraga Indonesia,” ujar Okto.

Dengan begitu, Indonesia total meraih dua perak dan satu perunggu di Olimpiade 2012. Seluruh medali tercatat atas nama lifter Merah Putih. Satu perak lain ketika itu disumbangkan Triyatno dan perunggu diperoleh Eko Yuli Irawan.

Setelah dipastikan bakal mendapatkan medali perak Olimpiade London 2012, Citra Febrianti akan segera menerima bonus dari pemerintah sesuai dengan nilai bonus saat itu.

Bonus untuk Citra dikonfirmasi oleh Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Suyadi, yang mengatakan surat keputusan resmi diharapkan ditandatangani pekan depan.

“Sesuai arahan Menpora, kami sudah siapkan bonusnya, tapi kami tidak bisa menunggu medalinya tiba. SK-nya sudah disiapkan oleh teman-teman di kantor dan Senin atau Selasa akan ditandatangani Menteri. Semoga pekan depan Citra sudah bisa mendapatkan haknya,” ujar Suyadi di sela-sela rapat kerja Komite Olimpiade Indonesia, Kamis 10 Desember 2020.

Sesuai besaran bonus untuk peraih medali Olimpiade 2012, Citra akan mendapatkan Rp400 juta sebagai peraih perak. Kemenpora bergerak cepat untuk mengejar tenggat waktu tutup buku anggaran pada 15 Desember. (nca/dbs/rls/sur)


Komentar

Rekomendasi