oleh

Lulusan Universitas Teknokrat Indonesia Ikuti Perkembangan Zaman

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Teknokrat Indonesia, salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik di Lampung dengan akreditasi baik sekali meluluskan 610 orang yang dilakukan dengan dua sesi. Pelaksanaan wisuda yang mengangkat tema “Revolusi Mental Membangun Indonesia Mandiri” tersebut dijalankan dengan protokol kesehatan, digelar di Gelanggang Mahasiswa kampus setempat.

Wisuda juga dihadiri oleh Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II Sumbangsel Dr. Nuril Furkan, M.Pd., Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dr. HM. Mahathir Muhammad, SE., M.M., dan para anggota Senat Universitas Teknokrat.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf,SE., M.B.A., mengatakan, berbagai perubahan telah dilakukan Teknokrat sejak menjadi Universitas Teknokrat Indonesia. Mulai dari peningkatan sumber daya manusia tenaga pengajar, kegiatan mahasiswa, hingga prestasi mahasiswa Teknokrat di kancah regional dan nasional bahkan internasional.

“Sehingga prestasi Universitas Teknokrat pun mengalami peningkatan di tingkat nasional,” katanya,” Kamis (17/12).

Nasrullah Yusuf menuturkan, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, tentunya perkuliahan berubah secara revolusi. Dimana, tadinya tatap muka, saat ini menjadi online. Kecuali untuk perkuliahan praktik, seperti praktik jaringan, teknik sipil, dan lainnya masih diterapkan.

“Tetapi Teknokrat sudah siap untuk perkuliahan online. Karena sejak 2014, Teknokrat sudah melaksanakan perkuliahan online,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, yang harus dicermati oleh semua mahasiswa, di dalam dunia nyata nantinya, dalam proses pembelajaran, maupun komunikasi ada satu revolusi besar yang tidak bisa dihindari, dan harus diikuti.

“Kita harus bisa mengikuti perubahan zaman saat ini. Perubahan dalam situasi perekonomian, budaya maupun politik,” tukasnya.

Rektor pun berpesan kepada wisudawan agar menjadi sarjana yang berhasil di masyarakat. “Jadilah sarjana yang berhasil di masyarakat dengan kelebihan dan keterampilan yang dimiliki serta tanamkan jiwa nasionalisme untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Sementara, Dr Nuril Furkan, menuturkan, perguruan tinggi dapat memanfaatkan perkembangan teknologi seperti yang sudah dilakukan oleh Universitas Teknokrat Indonesia. Ia juga berpesan kepada lulusan Teknokrat untuk tidak ragu

“Indikator yang kita lihat adalah capaian prestasi akademik maupun non akademik yang sudah diraih oleh Teknokrat. Ini bisa menjadi tolak ukur kita meskipun ada instrumen lain, tapi ini bisa menjadi penguat. Bahwa, lulusan Teknokrat juga siap untuk bersaing dengan lulusan-lulusan dari perguruan tinggi lain,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Mahathir Muhammad menambahkan, tantangan kedepannya, bahwa tidak hanya meningkatkan prestasi akreditasi maupun peringkat kampus di tingkat nasional. Tapi, lanjutnya, yang lebih penting bagaimana mempertahankan prestasi mahasiswa dan kualitas mutu lulusan Teknokrat.

“Karena tantangannya adalah tidak cukup kampus mengikat peringkat di akreditasi atau klasterisasi, tapi sejauh mana dampak peringkat tersebut ke mahasiswanya,” pungkasnya. (*)


Komentar

Rekomendasi