oleh

OAIL Itera Amati Fenomena Langka Konjungsi Jupiter-Saturnus

RADARLAMPUNG.CO.ID – Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) akan melakukan pengamatan fenomena langka Konjungsi Agung Jupiter- Saturnus yang diprediksi terjadi, Senin (21/12), mulai pukul 18.04. Konjungsi adalah saat dua planet tampak paling berdekatan di langit, sehingga dapat diamati pada satu titik dari bumi.

Fenomena konjungsi Jupiter-Saturnus hanya terjadi setiap 20 tahun sekali. Fenomena ini terakhir terjadi pada tahun 2000.

Kepala UPT OAIL Itera Hakim L Malasan mengatakan, konjungsi Jupiter-Saturnus akan terjadi dengan separasi sudut sebesar 0,1 derajat. Peristiwa konjungsi pelanet tidak semuanya memiliki jarak separasi yang sama. Sejak tahun 1623 hingga sekarang, konjungsi tahun 2020 ini akan menjadi konjungsi yang terdekat.

“Konjungsi Jupiter-Saturnus yang sangat dekat ini tidak akan dapat teramati lagi hingga konjungsi Jupiter-Saturnus pada tanggal 15 Maret 2080 mendatang,” ujarnya, Senin (21/12).

Dr. Hakim menyebut, puncak konjungsi Jupiter-Saturnus terjadi tanggal, 22 Desember pukul 01.18 WIB, tetapi dari Lampung pada tanggal 22 Desember 2020 tidak dapat teramati karena Jupiter dan Saturnus segera tenggelam setelah Matahari tenggelam.

“Oleh karena itu, OAIL akan mengamati di malam sebelumnya mulai dari pukul 18.04 WIB setelah Matahari terbenam hingga Jupiter dan Saturnus terbenam pada pukul 19.57 WIB,” katanya.

Berkaitan dengan adanya wabah Covid-19 yang sedang terjadi, sesuai protokol nasional, UPT OAIL tidak akan melaksanakan pengamatan untuk masyarakat umum. Kendati demikian, UPT OAIL tetap akan melakukan streaming kondisi pengamatan melalui kanal YouTube UPT OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga melalui media sosial instagram: @oail.itera.

“Bagi masyarakat umum yang ingin memantau pengamatan fenomena langka ini, silakan mengikuti siaran streaming OAIL Itera,” pungkasnya. (rur/rls/sur)


Komentar

Rekomendasi