2021, Unila Ditarget Jadi PTN BH

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Universitas Lampung beber berbagai kinerja yang telah dilakukan selama 2020 lalu dan menjelaskan target yang akan dilakukan pada 2021 mendatang.

Dalam kegiatan Kaleidoskop Rektor Tahun 2020 yang digelar di lantai 2 Gedung Rektorat Unila Rabu (6/1), berbagai kegiatan Rektor Unila, Prof. Karomani dipaparkan. Diantaranya pada Januari 2020 lalu, Rektor telah melakukan konsolidasi organisasi Unila melalui pelantikan para wakil rektor dan ketua lembaga dan reformasi birokrasi dan tata kelola Unila melalui penyusunan berbagai peraturan rektor.

Kemudian pada Februari melakukan penyusunan kurikulum merdeka belajar-kampus merdeka di seluruh program studi di Unila dan melanjutkan renovasi masjid Al wasi’i.

Pada Maret melakukan pembentukan forum rektor penguat karakter dengan rektor Unila sebagai ketua, implementasi program merdeka belajar-kampus merdeka melalui KKN mahasiswa Unila di pulau Legundi. Ada juga pembentukan satuan tugas covid 19 dan proses pembelajaran daring Unila melalui virtual class.

Pada April melakukan penertiban aset milik Unila yaitu SMA YP Unila dan pencairan dana hibah penelitian dan PKM DIPA Unila. Pada bulan Mei melakukan assasment pegawai non ASN tahap awal dan peluncuran aplikasi sistem informasi (Siadu). Pada Juni melaksanakan webinar forum rektor penguat karakter bangsa bertema, memperkokoh karakter kebangsaan melalui kinerja perguruan tinggi yang berdaya saing global, dan melakukan kegiatan pembentukan tim clusterisasi perguruan tinggi Unila.

Kemudian pada bulan Juli melakukan peresmian dan serah terima gedung RSPTN yang merupakan hibah pemerintah kota Bandarlampung kepada Unila, dan Unila memberikan penghargaan non akademik dana wira utama anugrah (pemimpin yang dermawan pada bidang pendidikan) kepada Walikota Bandarlampung Herman HN.

Pada Agustus Unila meraih peringkat 29 klasterisasi perguruan tinggi Kemendikbud tahun 2020 yang sebelumnya posisi 46, selanjutnya pada bulan yang sama Unila melakukan peluncuran Unila sweeping project. Pada bulan September Unila membuka program doktoral studi pembangunan (Fisip) dan program doktoral pendidikan di FKIP, serta Unila menjalankan program PERMATA SAKTI.

Pada bulan Oktober Unila memperoleh persetujuan dana sebesar Rp600 miliar dari ADB untuk rumah sakit perguruan tinggi negeri SNMPTN Unila. Kemudian Prof. Yuliansyah terpilih sebagai kepala L2DIKTI wilayah 2 (Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung).

Pada bulan November, Rektor Unila menjadi pembahasan pada forum group discussion dengan topik restorasi haluan negara dalam paradigma Pancasila di MPR RI. Kemudian Unila menambah program studi dengan akreditasi A dan kembali meraih peringkat 9 peraih terbanyak medali dalam pekan ilmiah mahasiswa Nasional atau pimnas 2020. Selanjutnya pada Desember bedah buku berjudul Gus Dur jatuh dari kepresidenan dalam keberpihakan media massa, karya Prof Karomani. Serta Unila menerima penghargaan anugerah humas di kategori pengelolaan pelayanan pengaduan publik rapor terbaik untuk perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PT BLU) tahun 2020.

Mengenai target 2021, Prof Karomani yang ditemui usai kegiatan membeberkan beberapa hal. Paling utama menurutnya terkait kenaikan peringkat Unila dan target perubahan status Universitas dari Pergurian Tinggi BLU (badan layanan umum), menjadi PTN Berbadan Hukum.

“Tentu target 2021 itu pemeringkatan, 2020 diposisi 29 setelah sebelumnya 46, itu kita naik maka 2021 targetnya pemeringkatan unila bisa naik lagi. Kita juga sudah melakukan berbagai langkah, kemudian Unila ingin jadi PTN BH seperti UGM, UI, ITB, karena untuk posisi top 10 di 2025 itu sangat tidak mungkin kalau Unila masih sebagai universitas BLU (badan layanan umum), harus PTN BH, lebih otonom baru kita masuk top 10,” jelas Karomani.

Kemudian, ada rencana pembukaan program studi yang akan dilakukan tahun ini. “Untuk bahasa Lampung pertama ini sudah lama tidak terwujud karena kita punya S2 tapi S1 tidak ada. Ibi perjuangan 14 tahun, baru terwujud saat ini. Saya berencana buka pusat studi bahasa Lampung, agar budaya Lampung bisa terangkat. Semester ini prodi bahasa Lampung mulai dibuka. Selain itu prodi baru spesialis paru, di FK, dan kedokteran membuka gizi,” tandasnya. (rma/wdi)



  • Bagikan