oleh

Disperindag Sarankan Pengrajin Tahu Tempe Sesuaikan Harga

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung meminta pengusaha tahu dan tempe untuk bisa menyesuaikan harga. Hal tersebut harus dilakukan jika harga bahan baku kedelai terus merangkak naik.

Kepala Disperindag Lampung Satria Alam melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Lampung Zimmi Skil mengatakan, pengusaha tempe dan tahu mau tidak mau harus melakukan penyesuaian harga untuk tahu dan tempe. Hal itu bisa dilakukan agar tidak memberatkan para pengusaha jika bahan bakunya naik.

Pihaknya pun sudah mengecek ke para pengrajin tahu dan tempe, stok kedelai untuk tiga bulan ke depan masih aman, dari pengrajinnya maupun pemasoknya. Namun, setelah itu, jika harga bahan baku tersebut masih tinggi, pengrajin harus mengeluarkan modal yang tinggi juga.

“Untuk itu, pengrajin perlu menyesuaikan harga. Misalkan yang biasanya tempe Rp10 ribu dapat 6, ini dapat 5. Jangan sampai pengrajin tempe tahu ini tidak berproduksi,” katanya, Selasa (5/1).

Ia menuturkan, harga kedelai impor saat ini tercatat Rp9.200 hingga Rp10.000 per kilogram. Harga sebelumnya masih berkisaran di angka Rp6.500 sampai Rp7.000 per Kg.

Karena ini terkait kedelai impor, lanjutnya, kebijakan pun dikeluarkan dari pemerintah pusat. Di antaranya, meningkatkan kemitraan produksi, memaksimalkan pemasaran, dan penyerapan kedelai lokal milik petani.

“Ini kan terkait impor, jadi kebijakan semuanya ada di pusat,” pungkasnya. (rur/sur)


Komentar

Rekomendasi