oleh

PMI Tubaba Dampingi Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ182

RADARLAMPUNG.CO.ID-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memberikan Layanan Psikososial kepada keluarga korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Hal ini dilakukan guna memberikan pendampingan, pendekatan, semangat dan motivasi kepada keluarga korban sebagai upaya pemulihan mental dan psikologis keluarga.

Demikian diungkapkan oleh Ketua PMI Tubaba Agus Subagyo, S.Sos melalui Kepala Markas Sugeng Riyanto, S.Kom saat berada di kediaman keluarga korban di Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih.”Hari ini, kami bersama dengan tim PMI melakukan dukungan psikososial. Sifatnya adalah pendampingan,”ungkapnya Senin (11/1).

Menurutnya, Layanan Dukungan Psikososial sangat penting diberikan sebagai bentuk pendampingan terhadap korban yang mengalami trauma akibat bencana.”Pendampingan yang dilakukan tersebut bisa berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, psikoedukasi, serta penguatan-penguatan sosio psikologis lainnya,”terang Sugeng.

Tidak hanya dukungan psikososial, PMI Tubaba menurutnya juga telah mengaktifkan pelayanan Restoring Family Link (RFL) atau Pemulihan Hubungan Keluarga bagi keluarga korban sejak  Minggu (10/1) lalu di Posko atau Markas PMI Pulung Kencana.

Pihaknya juga menurunkan Pengurus PMI Kecamatan Batu Putih 2 orang, dan 4 orang Relawan, yang bertugas melakukan pendataan dengan menggunakan Form Jaringan Berita Keluarga.

“Tim ini bertugas untuk mendapatkan kontak keluarga yang dapat dihubungi agar keluarga korban mendapatkan informasi terkini, terutama terkait pencarian korban oleh Tim SAR yang kini tengah bekerja. Dalam hal ini, kami pun masih terus berkoordinasi dengan PMI Provinsi dan PMI Pusat untuk update informasi terkait pencarian korban,”tandasnya.

Diketahui, Tiga dari puluhan penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta- Pontianak yang dinyatakan hilang kontak dan dikabarkan mengalami kecelakaan pada Sabtu (9/1/2021) sore di sekitar perairan Kepulauan Seribu-Jakarta adalah warga Kabupaten Tubaba). Ketiganya merupakan warga Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih.

Hal ini berdasarkan informasi dari Eko Febrianto, aparatur Tiyuh Toto Makmur-Batu Putih. Informasi ini juga diperkuat berdasarkan data manifest Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 tanggal 9 Januari 2021, yang diketahui bahwa ada tiga penumpang yang berkode TKG (Tanjung Karang).

Ketiga penumpang tersebut yakni, Sugiono Effendy 37 tahun (IN099 TKG) kursi nomor 12 dengan nomor tiket 9,77108E+12. Yohanes 27 tahun (IN099 TKG) dengan nomor kursi 13 dan nomor tiket 9,77108E+12, dan Pipit Piyono 25 tahun (IN099 TKG) dengan nomor kursi 14, nomor tiket 9,77108E+12.

“Ya, mereka warga Toto Makmur. Sugiono Effendy  alamat RT 05 RW 02, Yohanes alamat RT 04 RW 02, dan Pipit Piyono alamat  RT 04 RW 02. Mereka berangkat ke Pontianak untuk bekerja sebagai buruh bangunan di sebuah proyek. Mereka berpamitan kepada keluarga pada hari Jumat (8/1/2021) menuju Bandar Lampung untuk mengurus persyaratan kesehatan sebagai syarat perjalanan udara menuju Pontianak,”ungkap Eko Febrianto, Minggu (10/1/2021).(fei/rnn/wdi)

Komentar

Rekomendasi