oleh

Dukung Pengembangan Tiyuh Wisata, Ini Penjelasan Kepala Disporapar Tubaba

RADARLAMPUNG.CO.ID-Sektor pariwisata memiliki dampak yang sangat luas bagi kemajuan sebuah daerah, bahkan diyakini mampu mendorong pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat yang ada di daerah tersebut. Di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), salah satu program pariwisata yang mulai menjadi perhatian khusus Pemkab setempat adalah pembentukan Desa Wisata atau Tiyuh Wisata.

Pengembangan Tiyuh Wisata di Tubaba akan mengedepankan potensi alami yang ada dengan didukung oleh upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Berkaitan dengan itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tubaba siap mendukung langkah tersebut, bahkan segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Pembentukan Tiyuh Wisata merupakan salah satu upaya dan langkah pengembangan sektor pariwisata di Tubaba. Hal ini tentu akan mendorong kemajuan daerah. Kita sangat mendukung langkah ini, dan koordinasi antar OPD tentu sangat diperlukan,”ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tubaba Mansyur Ys, SE, MM, Senin (18/1).

Menurutnya, pembentukan Tiyuh Wisata memerlukan langkah-langkah strategis dengan memperhatikan berbagai potensi dan kendala yang ada. Sebab, kata dia, pengembangan Tiyuh Wisata kedepan tentunya tidak hanya dilakukan secara konvensional, namun juga harus berbasis teknologi agar lebih maju.”Makanya, peningkatan SDM yang ada di tiyuh menjadi salah satu bagian penting didalamnya,”ulasnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam pembentukan Tiyuh Wisata. Hal utama yakni kriteria atau syarat sebagai sebuah destinasi pariwisata sebagaimana diatur dalam UU No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan.”Nah, karena ini adalah Tiyuh Wisata, maka kegiatan pariwisata tentu harus berbasis pada sumber daya pedesaan yang ada. Dalam kegiatannya pun melibatkan partisipasi aktif wisatawan dalam kehidupan pedesaan,”terangnya.

Agar lebih menarik, lanjutnya, Tiyuh Wisata seyogianya diarahkan untuk lebih berorientasi pada kegiatan rekreasi luar ruang, dan tentunya dengan tetap memperhatikan budaya dan kearifan lokal yang ada di tiyuh tersebut.”Dalam kegiatan kepariwisataan nantinya pun harus lebih fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia lokal yang ada di tiyuh,”jelasnya.

Selain itu, Mansyur juga menyebutkan bahwa kesediaan akses yang memadai baik akses menuju ke destinasi lain maupun internal di dalam tiyuh wisata itu sendiri juga harus menjadi perhatian. Hal ini demi kelancaran akses wisatawan menuju destinasi wisata. Lalu, ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar juga dibutuhkan untuk mendukung kegiatan wisata.

“Selain daripada itu semua, pengembangan Tiyuh Wisata juga harus didukung oleh masyarakat, bahkan akan lebih baik jika di tiyuh tersebut sudah terbentuk komunitas yang peduli pada pariwisata. Nah, potensi-potensi inilah yang nantinya akan kita lihat sebelum Pemkab Tubaba menetapkan tiyuh tersebut sebagai Tiyuh Wisata,”pungkasnya. (fei/rnn/wdi)


Komentar

Rekomendasi