oleh

Tahun Ini Polinela Buka 1.610 Kuota Mahasiswa Baru

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebanyak 1.610 kuota mahasiswa baru tahun ini dibuka Politeknik Negeri Lampung (Polinela) tahun 2021 ini. Hal ini diungkapkan Kepala Humas Polinela Teguh Budi Trisnanto. Menurutnya, sebanyak 1.610 kuota mahasiswa baru Polinela akan dibagi menjadi enam jalur masuk.

“Ada enam jalur masuk yang akan dibuka tahun ini, mulai Penelusuran Minat Kemampuan Akademik dan Bakat (PMKB) atau jalur undangan D-IIIdan D-IV kuota 322 kursi atau 20%. Kemudian Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) atau jalur undangan khusus sebanyak 273 kursi atau 30%,” jelas Teguh.

Kemudian ada juga Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) jalur tertulis D-IV dengan 455 kursi atau 50%. Jalur SNMPN untuk khusus undangan D-III 210 kursi atau 30%. Jalur SBMPN tertulis sebanyak 350 kursi atau 50%. Dan jalur mandiri 161 kursi atau 10 persen.

Sementara dalam kegiatan Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) Tahun 2021 yang digelar Forum Direktur Politeknik Negeri se Indonesia, turut dihadiri Dirjen Diksi Kemendikbud Wikan Sakarinto.

Dalam kegiatan ini, Wikan membagikan Timeline pendaftaran SNMPN 2021 Politeknik yang akan dimulai dengan oembukaan SNMPTN 2021 pada 11 Januari 2020; Pendaftaran SNMPTN 2021 (siswa) pada 11 Januari sampai dengan 19 Maret 2021; Pengisian data oleh sekolah pada 11 Januari – 12 Maret 2021; Verifikasi berkas SNMPTN 2021 pada 18 Januari sampai dengan 26 Maret 2021; Penutupan pendaftaran SNMPTN 2021 oleh siswa pada 19 Maret 2021; dan Pengumuman SNMPTN 2021 pada 6 April 2021.

Dia juga mengatakan, tahun ini total Politeknik dan Unista (universitas, institut, sekolah tinggi dan akademi) yang membuka program vokasi untuk perguruan tinggi sebanyak 51, prodi D4 ada 351 dengan kelompok prodi sains teknologi 246 dan sosial hukum 105.

“Ada 351 prodi sarjana terapan yang disediakan pada SNMPTN yang dikoordinir dan dikelola prof budi. Dari 351 prodi dibagi dua, dengan total 298 prodi terapan yang tersedia di 40 perguruan tinggi,” jelas Wikan.

Untuk Sarjana terapan nantinya akan ada memiliki beberapa kompetensi seperti Karakter kognitif yang akan berkaitan dengan IPK, Ijazah, transkrip. Kemudian softskill mulai komunikasi leadership, problem solving, bahasa Inggris, presentasi dan critical thinking serta kreativitas. Dan terakhir Integritas untuk jujur bekerja, keras syukur dan ikhlas.

“Kita juga sedang design kolaborasi interkonektivitas dengan S-2 terapan baik dalam dan luar negeri. Politeknik terutama, banyak sarjana terapan sehingga jadi kelanjutan studi jika sarjana terapan melanjutkan S-2 terapan. Yang akan kami kuatkan SMK, D-II, D-IV S-2 terapan dan S-3 terapan. Ini yang kmi rancang untuk mengembangkan sarjana terapan, ini adalah paket link and match 8+1 kurikulum disesuaikan industri, jadi tidak bisa kurikulum sarjana terapan itu tidak sinkron dengan industri dan lingkungan kerja,” lanjutnya.

Kemudian aspek kewirausahaan harus kuat juga, yang D-III berbeda dengan D-IV softskill, pengembangan karakter dan kompetensi produktif yang lebih tinggi daripada D-III.

Kemudian Dosen tamu wajib minimal 50 jam per semester per prodi untuk mengajar sarjana terapan. “Ini tidak hanya dosen tapi ekspert industri dan dunia kerja rutin mengajar. Sertifikasi kompetensi, tidak hanya ijazah tapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui. Riset terapan pun yang menghasilkan produk nyata, jadi kalau riset vokasi hasilnya jangan angan-angan dan pikiran tapi diwujudkan nyata. Pemrograman dihasilkan game, kami menggalang komitmen dengan industri dengan bersma bikin kurikulum dari awal, mengajar, menerima magang dan siap menyerap,” tandasnya. (rma/sur)


Komentar

Rekomendasi