oleh

Tak Maksimal, KONI Degradasi 4 Atlet Pelatprov PON Papua

RADARLAMPUNG.CO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung bersikap tegas terhadap atlet pelatprov PON Papua. Ada empat atlet diberikan punishment atau hukuman lantaran tak disiplin dan performanya menurun dalam tes fisik dan psikologi yang diadakan Desember lalu.

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Bidang Pembinaan dan Sport Science Frans Nurseto menjelaskan, empat atlet itu didegradasi atau kategori potensinya untuk mendapatkan medali diturunkan. “Misalnya atlet ini dia sebelumnya kategorinya andalan untuk mendapatkan medali emas. Tapi karena hasil tesnya tidak ada perkembangan, ta sudah, kita turunkan dia kategorinya menjadi atlet potensi peraih medali,” jelas Frans ditemui di ruangannya.

Dengan didegradasi, maka pendapatannya sebagai atlet pelatprov juga dikurangi dan disesuaikan dengan kategorinya. “Ya gajinya dan segala fasilitas-fasilitasnya dikurangi. Jadi ikut menyesuaikan,” sambungnya.

Empat atlet itu rinciannya berasal dari dua atlet cabang olahraga (cabor) baseball, kemudian satu atlet judo, dan satu atlet layar. Untuk atlet Judo kata Frans mengundurkan diri dari Pelatprov. Walhasil, dia tak mengikuti PON.

“Jadi dia mengundurkan diri. Untuk penggantiannya tidak ada, jadi ya kosong. Karena kan PON sifatnya entry by name. Nggak bisa diganti,” kata pria bergelar doktor ini.

Kemudian, untuk atlet layar terdegradasi karena dari hasil monitoring dan evaluasi Satgas KONI Berjaya (Kobra) tidak aktif berlatih.

“Dari monitoring tidak berlatih, terakhir datang satu kali dari tiga kali tes fisik. Kemudian kita panggil pelatihnya juga tidak hadir,” bebernya.

Frans yang juga ketua Satgas Kobra ini melanjutkan, pihaknya lantas menyurati Pengprov Layar beberapa kali, tetapi tidak ada respons. “Atlet itu (layar) bisa masuk pelatprov lagi pada Maret, saat tes fisik. Kalau dia hasilnya bisa bagus ya lanjut,” paparnya.

Ada degradasi, ada pula promosi. Di antaranya ada tiga atlet dari tiga cabor yang naik. Seperti Wushu dan Kempo, juga judo. Hasil tes fisik Desember lalu menunjukkan peningkatan tajam.

“Seperti atlet Wushu, grafik hasil tes fisik, psikologi dan teknik-tekniknya meningkat. Nah ini kita naikan dari potensi menjadi andalan,” kata Frans.

Para atlet yang promosi, ganjarannya mendapatkan reward atau penghargaan, di antaranya gaji dan segala fasilitas dinaikan. Langkah ini diterapkan kata Frans agar atlet agar lebih terpacu lagi untuk terus mengasah dirinya. “Ini bentuk ketegasan KONI. Kalau jelek ya kita degradasi,” tegasnya. (nca/sur)


Komentar

Rekomendasi