oleh

Jembatan Waytuba Memprihatikan, Anggota DPRD Tanggamus Buka Suara

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kalangan DPRD Kabupaten Tanggamus prihatin dengan kondisi jembatan darurat way Tuba di Pekon Atarlebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong. Seperti disampaikan, Azmi anggota DPRD dari dapil I.

Menurutnya, jembatan tersebut sudah harus ditingkatkan menjadi permanen oleh Pemerintah. Karena fungsi jembatan satu-satunya akses warga untuk keluar masuk pekon. Termasuk untuk mengangkut hasil bumi. “Ya, kita juga sudah melihat kondisi jembatan itu, dan memang benar-benar memprihatinkan. Seharusnya ini bisa diprioritaskan pemerintah daerah,” katanya.

Ia mengaku akan mengupayakan agar jembatan itu di bangun. Agar transportasi masyarakat, termasuk dalam hal mengangkut hasil bumi bisa semakin lancar. Dengan demikian akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di Pekon setempat.

“Akan kita koordinasikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Tanggamus. Tapi Pekon juga harus bantu mengusulkan, melalui prososal,” ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat Pekon Atarlebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, mengharapkan pembangunan jembatan Way Tuba penghubung Pekon Sanggi dengan Atar Lebar.

Menurut warga setempat Waryono, kondisi jembatan Way Tuba di Pekon Atar Lebar masih berupa jembatan darurat yang dibangun hanya menggunakan kayu beralas papan. “Jembatan ini merupakan akses penghubung antara Pekon Sanggi dan Atar Lebar. Setiap harinya berton-ton hasil bumi dikeluarkan petani lewat jembatan ini,” ujarnya, belum lama ini.

Ia mengaku, hasil bumi di Pekon Atarlebar memang cukup melimpah seperti kopi, coklat, pisang, duku, durian dan lainya. Masyarakat Pekon Sanggi juga banyak yang memiliki kebun disana. Namun sayang, pengangkutan hasil bumi itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua. “Jembatanya kecil, jadi cuma cukup untuk motor aja. Untuk itu, kami berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus dapat meningkatkan pembangunanya,” jelasnya.(ehl/rnn/wdi)


Komentar

Rekomendasi