oleh

2021, Asemen Nasional untuk Kelas 5, 8 dan 11 Tiap Satuan Pendidikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Asesmen Nasional (AN) yang rencananya bakal dilaksanan sekitar September dan Oktober tahun ini rencananya akan diikuti siswa/i kelas 5, 8 dan 11 tiap Satuan Pendidikan yang akan dipilih secara acak.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbud Asrijanty pada Talkshow dan Awarding Rangkaian Acara HUT 12 YPA-MDR yang disiarkan melalui YouTube Selasa (26/1).

“Asesmen Nasional akan dilaksanakan 2021 ini. Asesmen nasional tentu memiliki fungsi yang berbeda dari ujian Nasional, asemen nasional adalah survei mutu pendidikan bukan mengukur capaian prestasi akademik individual siswa. Pelaporannya dilakukan setiap satuan pendidikan, jadi meskipun nanti siswa mengerjakan asesmen nasional siswa tidak peroleh hasil individual,” beber Asrijanty.

Dia mengatakan, hasilnya akan terlihat untuk jangka panjang. Nantinya akan dapat tergambar kinerja satuan pendidikan, pemerintah daerah, secara konprehensif. “Tahun ini, 2021 menjadi tahun awal, atau menjadi base line, kita mulai starting poin berbeda. Jadi yang akan dilihat tahun-tahun berikutnya, jadi ketika asesmen nasional bisa dilihat tahun berikutnya sehingga bisa diperbaiki,” terangnya.

Untuk elemen kebijakan asas nasional pertama asesmen nasional dilaksanakan di semua sekolah dan madrasah dan program pendidikan kesetaraan. Kemudian dilaksanakan setiap tahun dan dilaporkan pada setiap sekolah dan pemerintah daerah. Asesmen nasional 2021 dilaksanakan dengan baseline, evaluasi kinerja tidak hanya berdasarkan skor rata-rata, tapi juga perubahan skor atau trend dari 1 tahun ke tahun berikutnya.

“Asesmen nasional hanya diikuti sebagai sampel murid yang dipilih secara acak dari kelas 5, 8 dan 11 di setiap sekolah. Pemiliha kelas ini karena menegaskan bahwa, ini bukan mengukur capaian individual siswa, dan perbaikan nya masih berdampak kepada siswa. Kemudian kelas 5, 8, dan 11 mereka dikelas tengah, karena sudah mendapatkan pembelajaran 1 tahun, maka akan dilihat pengaruh sekolah dan perbaikan tindaklanjut sehingga ada perbaikan. Nantinya pelaksanaan nya juga akan dipilih acak oleh kementerian tidak sekolah, karena ini mewakili sekolah maka akan kami pilih acak sehingga akan terlihat perbedaan nya dan apa yang perlu diperbaiki,” tambahnya.

Ditambahkan, setelah elemen kebijakan tersebut terpenuhi, diharapkan dapat berdampak pada pemetaan dan potret mutu SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA di semua daerah. Kemudian kinerja sistem terpantau secara berkala dan hasil asesmen nasional digunakan untuk evaluasi diri.

Bisa juga untuk mengurangi kecemasan pemangku kepentingan dan menghilangkan tekanan untuk curang. Kemudian evaluasi kinerja lebih adil, karena memperhitungkan posisi awal yang beragam dan berorientasi pada perbaikan bukan pada perbandingan antar sekolah. kemudian asas nasional juga bukan evaluasi individu yang murid yang tidak menambah beban murid kelas 6, 9 dan 12. (rma/wdi)


Komentar

Rekomendasi